OMK Salatiga Temukan Inspirasi Hidup Sederhana, Peduli Lingkungan, dan Pembawa Damai

Twitter
WhatsApp
Email
Puluhan Orang Muda Katolik (OMK) Santo Paulus Miki Salatiga mengikuti talkshow inspiratif bertajuk “Panggilan Hidup yang Berani” yang diselenggarakan di Biara OSF Salatiga.

Salatiga, 10 Mei 2026 – Puluhan Orang Muda Katolik (OMK) Santo Paulus Miki Salatiga mengikuti talkshow inspiratif bertajuk “Panggilan Hidup yang Berani” yang diselenggarakan di Biara OSF Salatiga. Acara ini dipandu oleh Fidelis Tegar dan dibuka oleh MC serta doa pembuka oleh Romo Daniel, OFM.

Mengangkat tema Simple Life, Green Soul, dan Peace Maker, talkshow menghadirkan berbagai narasumber dari ordo-ordo religius yang membagikan pengalaman hidup membiara yang relevan dengan tantangan zaman modern, seperti hustle culture, perubahan iklim, hingga konflik di media sosial.

Para religus dari berbagai ordo yang membaur dengan OMK Salatiga

Acara diawali dengan perkenalan ordo-ordo dari para religius yang hadir, yakni Romo Benediktus Mbemba Budo Bedi dari MSF, Romo Niko dari SJ, Suster FCJM, Bruder Thomas dari FIC, Suster OSF, serta Romo Daniel dari OFM.

Pada sesi pertama bertema Simple Life, Bruder Thomas FIC membagikan refleksi tentang makna hidup sederhana di tengah budaya media sosial dan gaya hidup serba cepat. Kesederhanaan, menurutnya, bukan berarti menunjukkan kemiskinan, melainkan kemampuan membatasi diri dan menggunakan media sosial untuk memperkenalkan Yesus, bukan mencari perhatian diri sendiri. Ia juga menegaskan bahwa kebahagiaan sejati justru ditemukan ketika seseorang mampu melepaskan keterikatan pada hal-hal duniawi.

OMK Salatiga menyimak talkshow dengan baik

Memasuki sesi kedua, Green Soul, para Frater dari Jesuit menekankan bahwa hidup religius dapat menjadi jawaban atas krisis lingkungan dan kekeringan relasi manusia di era modern. Gereja dipanggil menjadi pewarta kebaikan dan harapan bahwa dunia masih dipenuhi kasih. Melalui kerasulan lingkungan dan pendampingan kaum muda, para religius hadir bukan hanya untuk memberi nasihat, tetapi juga mendengarkan pergumulan OMK tentang sekolah, pekerjaan, dan kehidupan pribadi.

Sementara itu, pada sesi ketiga bertema Peace Maker, para Suster OSF dan Romo dari MSF mengajak OMK menjadi pembawa damai di tengah maraknya konflik dan perdebatan di media sosial. Menjadi pembawa damai, menurut mereka, harus dimulai dari berdamai dengan diri sendiri, keluarga, dan masa lalu sebelum membawa damai kepada orang lain. Mereka juga mengajak OMK untuk tidak takut berbagi cerita dan belajar dari ketulusan pelayanan para religius.

Sebagai penutup talkshow, merangkum bahwa panggilan hidup dapat diwujudkan melalui kesederhanaan, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, serta keberanian menjadi pembawa damai. Semangat Santo Fransiskus menjadi inspirasi utama bagi OMK untuk tetap menghadirkan sukacita dan harapan di tengah dunia yang penuh tantangan.