Semarang – Suasana pagi di halaman Gereja Katedral Semarang tampak berbeda pada Sabtu, 25 April 2026. Romo J.B. Rudy Hardono, Pr., selaku Vikep Semarang bersama Ikatan Karya dan Hidup Rohani Antar Religius (IKHRAR) Kevikepan Semarang berdiskusi untuk mempersiapkan alur perjalanan Kunjungan Kanonis ke komunitas Biara di Rayon Keris, serta menyapa Suster-suster lansia di Komunitas Pondok Harapan 2 Bongsari dan Komunitas Magdalena Daemen BSB.

Di Rayon Keris, hanya terdapat dua komunitas biara, yaitu Komunitas Suster SND di Sukorejo dan Komunitas Suster AK di Besokor, Weleri. Selain itu, rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi para Suster lansia di Komunitas Pondok Harapan 2 milik Susteran SDP yang berada di Bongsari, serta Komunitas Magdalena Daemen di BSB.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk perhatian dan sapaan kepada para biarawan-biarawati. Pada sambutannya, Romo Rudy menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk pehatian langsung dari Romo Vikep dan pengurus IKHRAR kepada para religius di Kevikepan Semarang.
“Tidak memungkinkan jika para Suster dan Bruder harus ke Semarang, karena jarak yang tidak dekat, maka salah satunya adalah dengan kunjungan seperti ini,” ujar Romo Vikep.
Sepanjang kunjungan, suasana terasa hangat dan penuh keakraban. Para Suster berbagi kisah panggilan serta pengalaman hidup membiara. Keceriaan semakin terasa saat Suster Ivon, CM dari pengurus IKHRAR mengajak para Suster untuk bernyanyi dan bergoyang bersama.

Salah satu momen paling mengesankan terjadi saat kunjungan ke Komunitas Magdalena Daemen BSB. Para suster lansia, yang sebagian besar telah berusia di atas 80 tahun, tampil penuh semangat memainkan angklung untuk menyambut rombongan Romo Vikep bersama IKHRAR. Penampilan tersebut menjadi simbol bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk tetap berkarya dan melayani dengan sukacita.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempererat persaudaraan serta meneguhkan semangat hidup bakti di tengah keterbatasan.