Rekoleksi dan Upgrading Pendamping PIA-PIR Rayon Bagusto Anyar

Twitter
WhatsApp
Email
Komisi Karya Misioner (KKM) Kevikepan Semarang kembali mengadakan Rekoleksi dan Upgrading pendamping PIA-PIR Rayon Bagusto Anyar pada Minggu, 19 April 2026 di Gereja Santo Thomas Rasul Bedono.

Bedono – Komisi Karya Misioner (KKM) Kevikepan Semarang kembali mengadakan Rekoleksi dan Upgrading pendamping PIA-PIR Rayon Bagusto Anyar pada Minggu, 19 April 2026 di Gereja Santo Thomas Rasul Bedono. Kegiatan kali ini memiliki tujuan utama yakni untuk menyegarkan dan meneguhkan kembali semangat pelayanan dari kakak-kakak pendamping PIA-PIR.

Sesi animasi yang bertujuan membangkitkan semangat dan antusiasme seluruh peserta

Kegiatan dibuka dengan sesi animasi yang membangkitkan semangat dan antusiasme seluruh peserta, menciptakan suasana hangat serta penuh sukacita sejak awal acara. Semangat tersebut kemudian semakin diteguhkan melalui sambutan dari Romo FX Agus Suryana Gunadi, Pr., selaku Vikaris Paroki Bedono. Dalam pesannya, Romo Agus menekankan kembali bahwa menjadi pendamping adalah sebuah kesempatan berharga untuk melayani, yang perlu dijalani dengan hati penuh sukacita dan dedikasi. Beliau juga mengapresiasi semangat luar biasa para pendamping yang terus hadir dan terlibat dalam pelayanan, sekaligus mendorong mereka untuk tidak berhenti belajar agar semakin mampu mendampingi anak dan remaja sesuai dengan tantangan zaman saat ini. Pesan penuh motivasi tersebut menjadi pemantik semangat yang membuka rangkaian kegiatan hari itu dengan penuh inspirasi.

Melalui kegiatan rekoleksi dan upgrading ini, para pendamping diajak untuk semakin terbuka terhadap perkembangan zaman, kreatif dalam pendekatan, serta berani berinovasi dalam melakukan pendampingan bagi anak dan remaja. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus refleksi bersama agar pelayanan yang diberikan semakin relevan, menarik, dan berdampak bagi generasi muda Gereja.

Sesi pendalaman materi bersama kak Helga yang berfokus dengan pendamping PIA

Dalam sesi pendalaman materi, peserta dibagi sesuai fokus pendampingannya. Kak Helga membawakan materi pendalaman mengenai PIA, dengan berbagai penekanan pada pentingnya pendekatan yang menyenangkan, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan anak. Sementara itu, Kak Mumu dan Kak Nona memandu sesi pendalaman materi mengenai PIR, mengajak para pendamping untuk memahami lebih dalam dinamika remaja serta strategi pendampingan yang efektif dan relevan bagi mereka. Melalui sesi-sesi ini, para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga diperkaya dengan inspirasi praktis untuk diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.

Para pendamping PIA dan PIR diajak untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilannya

Secara keseluruhan, kegiatan rekoleksi dan upgrading ini tidak hanya memperkaya pengetahuan serta keterampilan para pendamping, tetapi juga meneguhkan kembali kesadaran bahwa menjadi pendamping adalah panggilan untuk terus bertumbuh dalam memahami generasi yang didampingi, membangun komunikasi yang lebih baik, dan menghadirkan pelayanan yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui seluruh rangkaian kegiatan, para peserta diajak untuk semakin peka, kreatif, dan terbuka dalam pelayanan, sehingga pulang dengan semangat baru serta komitmen yang diperbarui untuk mendampingi anak dan remaja dengan sepenuh hati, sukacita, dan kasih.