Pondok Damai: Merajut Harmoni, Memupus Prasangka

Twitter
WhatsApp
Email
Pondok Damai Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) pada 24-26 April 2026 di Wisma Yohanes Keuskupan Agung Semarang berlangsung penuh semangat persaudaraan dengan mengusung tema “Merajut Harmoni, Memupus Prasangka”.

Semarang – Pondok Damai Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) pada 24-26 April 2026 di Wisma Yohanes Keuskupan Agung Semarang berlangsung penuh semangat persaudaraan. Mengusung tema “Merajut Harmoni, Memupus Prasangka”, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi 32 peserta yang berasal dari berbagai agama serta penghayat kepercayaan. Selama tiga hari, para peserta diajak untuk saling mengenal, berdialog, berbagi pengalaman, serta membangun rasa saling percaya demi terciptanya kehidupan bersama yang damai dan harmonis.

Para tokoh dan pemimpin lintas iman yang turut hadir di kegiatan Pondok Damai


‎Acara ini mendapat dukungan dari berbagai tokoh dan pemimpin lintas iman, di antaranya Romo J.B. Rudy Hardono, Pr., selaku Vikaris Episkopal Semarang, Prof. Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag., selaku Ketua STAHN Jawa Dwipa Klaten, Pendeta Aryanto Nugroho, selaku Badan Pimpinan Pusat Gereja JAGI, Dr. Bambang Pramusinto, SH, S.IP, M.Si., selaku Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang yang mewakili Wali Kota Semarang, serta Bapak Mujahid, selaku Humas DPW ABI Jawa Tengah . Kehadiran para tokoh ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan dan toleransi terus hidup di tengah keberagaman masyarakat.

Romo Rudy saat menuttup rangkaian kegiatan Pondok Damai yang sudah berlangsung sejak hari Jumat, 24 April 2026


‎Melalui rangkaian kegiatan refleksi, diskusi, dan kebersamaan, Pondok Damai Lintas Agama diharapkan menjadi langkah nyata untuk menghapus prasangka, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan generasi yang mampu menjaga kerukunan di tengah perbedaan. Acara ini kemudian ditutup secara resmi oleh Romo Rudy dengan pesan agar semangat damai yang telah dibangun selama kegiatan ini terus dibawa ke tengah masyarakat.