Rayakan HUT ke-94, Paroki Atmodirono Bagikan Ratusan Takjil, Implementasikan ARDAS KAS

Twitter
WhatsApp
Email
Paroki Keluarga Kudus Atmodirono Semarang menggelar aksi sosial “Berbagi Takjil” dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-94. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang (ARDAS KAS) untuk mewujudkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.

Atmodirono – Paroki Keluarga Kudus Atmodirono Semarang menggelar aksi sosial “Berbagi Takjil” dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-94. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang (ARDAS KAS) untuk mewujudkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.

Salah satu pengurus Kapel Demak membagikan takjil kepada pemusik angklung jalanan. (Foto dok.)

Aksi berbagi dilakukan di tiga titik strategis, yakni depan Gereja Katolik Atmodirono, Kapel Kristus Raja Tegalsari, serta Kapel Santo Mikael di Demak. Di depan Gereja Atmodirono, pembagian takjil dilakukan dalam tiga tahap. Pada 11 Maret 2026, kelompok Persekutuan Doa Karismatik Katolik membagikan 150 paket. Selanjutnya, 12 Maret 2026, kelompok Alumni Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) menyalurkan 100 paket. Pada 16 Maret 2026, kelompok UMKM Paroki turut membagikan 150 paket.

Takjil diberikan kepada pejalan kaki dan pengemudi ojek online yang melintas. Seluruh paket habis dalam waktu singkat, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Kegiatan ini juga menyasar khusus jemaah masjid dan peserta TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) yang berada tak jauh dari Kapel Kristus Raja Tegalsari.

Suasana ketika puluhan takjil diserahkan kepada pengurus masjid Al-Ijtihad. (Foto dok.)

Pada 15 Maret 2026, sebanyak 50 paket dibagikan kepada anak-anak TPQ Al-Ijtihad dan 25 paket untuk jemaah Masjid Al-Ijtihad. Pengurus masjid menyambut positif kegiatan tersebut. Sementara itu, di Kapel Santo Mikael, Demak, sebanyak 300 paket takjil dibagikan kepada masyarakat sekitar dan habis tersalurkan.

Pengemudi ojol dan pengendara yang lewat di depan Gereja Atmodirono menerima takjil dengan antusias. (Foto dok.)

Secara keseluruhan, kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Selain membantu umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, aksi ini dinilai mampu mempererat hubungan antarumat beragama dan memperkuat nilai toleransi di tengah kehidupan bermasyarakat.

Vikaris Paroki Atmodirono, Romo Thomas Aquinas Koconegoro, MSF, mengatakan aksi berbagi tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Gereja di tengah masyarakat.

“Aksi ini adalah bukti indah bahwa kita menjadi Gereja yang bahagia dan menginspirasi. Ketika kita berbagi dengan tulus, kita menjadi berkat tanpa sekat,” ujarnya.

Semangat ini memanggil seluruh umat untuk mau bergerak nyata dalam menyejahterakan sesama agar kehadiran umat menjadi berkat bagi semua orang tanpa kecuali, tambahnya. Harapnya pula, aksi nyata ini tidak hanya mendatangkan manfaat bagi penerima, tetapi juga mampu menginspirasi seluruh umat untuk terus menghidupi semangat berbagi kebahagiaan dan kepedulian dalam berbagai bentuknya. (Ignatia Tyas)