Workshop Pendamping PIR | Komisi Karya Misioner Kevikepan Semarang

Twitter
WhatsApp
Email
Salah satu sesi workshop

Pada hari Sabtu-Minggu, 8-9 Oktober 2022 Komisi Karya Misioner (KKM) mengadakan kegiatan workshop pendamping PIR dengan tema Be Creative, Innovatif, and Faithfull”. Kegiatan ini diikuti oleh 67 pendamping PIR se-Kevikepan Semarang dan berlangsung  di Panti Samadi Nazareth Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pendamping remaja dalam mendampingi remaja di parokinya. Peserta workshop terdiri dari beragam usia, semua berkumpul menjadi satu dan saling berbagi pengalaman.

Selama 2 hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri dari 6 sesi.  Sesi 1 bertema “Pentingnya Peran Pendamping dalam pendampingan” sesi ini dibawakan oleh Romo Albertus Edwin Nur Istanto, MSF selaku Ketua KKM Kevikepan Semarang. Para pendamping diingatkan kembali betapa pentingnya peran mereka dalam pendampingan iman remaja agar selalu bersemangat dalam mendampingi para remaja.

Sesi workshop ke-2

Sesi 2 dibawakan oleh Kak Nona dan Kak Mumu dengan tema “Menjadi Pendamping yang Kreatif, Inovatif, dan Atraktif”. Pada sesi ini peserta diberi bekal agar pendampingan iman remaja di paroki semakin menarik. Selain itu, public speaking  dalam mendampingi juga menjadi hal yang penting sehingga pada sesi ini, para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai ilmu public speaking

Sesi 3 dibawakan oleh Romo Benediktus Danarto Agung, Pr. dengan tema “Spiritualitas Pendamping Remaja” sesi ini bertujuan untuk membangkitkan semangat rohani dalam jiwa para pendamping agar saat tantangan datang, para pendamping tidak akan membiarkan api semangat dalam jiwanya untuk mendampingi menjadi padam, tetapi menjaganya tetap menyala. Sesi 4 adalah persiapan simulasi. Para pendamping dibagi menjadi beberapa kelompok dan mempersiapkan diri untuk simulasi kegiatan pendalaman iman remaja di parokinya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari pertama. 

Sesi outbond

Di keesokan harinya, peserta berdinamika bersama kelompoknya dalam outbond sederhana yang menjadi sesi 5. Di sesi 6 peserta menampilkan simulasi kegiatan pendampingan iman bersama dengan kelompoknya. Di sesi ini, setiap kelompok menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh mulai dari sesi 1 sehingga pendampingan iman dapat berjalan dengan baik.

Kegiatan workshop pendamping PIR ini dikemas menjadi menarik agar peserta merasakan proses pendalaman iman yang hidup. Hal ini dimaksudkan agar para pendamping dapat membawakan suasana ini dalam kegiatan pendampingan remaja di parokinya masing-masing. Kegiatan ditutup dengan misa dan foto bersama.