Temu Karya Uskup Regio Jawa 2019

peserta temu karya bergambar bersama di depan gedung pelikan (foto: dok.pri)

 

Bertempat di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan, para Uskup Regio Jawa beserta dengan Kurianya masing-masing mengadakan temu karya. Kegiatan rutin tahunan ini dilaksanakan pada tanggal 2-4 Juli 2019.

Temu Karya Uskup ini dibuka dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang. Selain para peserta, hadir juga para tamu undangan, yaitu para ketua Komisi Keuskupan Agung Semarang, para tokoh dan komunitas biarawan-biawarawati di Kevikepan Kedu dan sekitarnya. Perayaan Ekaristi ini dilaksanakan di Kapel Richardus.

Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan sharing karya dari masing-masing Keuskupan. Keuskupan Agung Semarang mendapat giliran pertama. Mgr Rubi mengajak para peserta untuk mengenal dinamika pastoral di KAS. Secara khusus disampaikan proses penyusunan dan implementasi Rikas dan Ardas Keuskupan Agung Semarang serta semangat penggembalaan Uskup yang terinspirasikan dari Lukas 19:10, Quaerere et Salvum Facere. Disampaikan juga konsep Kevikepan sebagai pusat kegiatan pastoral.

Mgr. Robertus Rubiyatmoko mensharingkan pengalaman pastoral di Keuskupan Agung Semarang (foto: dok.pri)

 

Pada hari kedua, sharing pastoral masih dilanjutkan. Masing-masing keuskupan menyampaikan gagasan-gagasan pastoral dan dinamika yang terjadi di Keuskupannya: Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Bandung, Keuskupan Bogor, Keuskupan Purwokerto, Keuskupan Malang, dan Keuskupan Surabaya.

Sore harinya, para peserta diajak untuk menikmati suasana di Melcosh Cafe, Jalan Kaliurang. Di tempat ini, para Uskup diajak untuk memberkati area glamcamp Melcosh Cafe. Setelah itu, para peserta mendengarkan kisah implementasi dan perjuangan Rikas. Ada 4 komisi yang mensharingkan pengalamannya, yaitu Komisi HAK dengan srawung persaudaraan sejatinya, Komisi KPKC dengan pengalaman advokasinya, Yayasan Bernardus dengan konsep pendidikan dan pengelolaannya, serta Komisi Kepemudaan dengan konsep pendampingan orang mudanya.

peresmian glamcamp Melcosh Cafe (foto: dok.pri)

 

Pada hari ketiga, para peserta diajak untuk belajar dari tokoh nasional, yaitu Bapak Hasto Kristiyanto. Beliau berbicara mengenai konsolidasi ideologi, politik, ekonomi, dan budaya. Selain itu, Bapak Andreas Pandiangan juga memberikan masukan berkaitan dengan gerak Gereja bersama masyarakat untuk mempertahankan NKRI dan ideologi Pancasila.

para uskup bergambar bersama Bpk Hasto dan istri (foto: dok.pri)

 

Akhirnya, temu karya Uskup 2019 ditutup dengan perumusan rencana tindak lanjut. Melalui rencana ini, para Uskup membuat gerakan bersama yang akan dilaksanakan di masing-masing Keuskupan. Temu Karya Uskup pun ditutup dengan makan siang bersama.

 

Berikut adalah rangkuman kegiatan melalui video:
Hari Pertama:

Hari Kedua:

Hari Ketiga:

Facebook
Google+
Twitter

Kabar lain

INDONESIA MAJU

SURAT GEMBALA 75 TAHUN KEMERDEKAAN INDONESIA USKUP AGUNG KEUSKUPAN AGUNG