Satu Hati Satu Jiwa Paroki St. Theresia, Sedayu menghadapi Wabah Covid 19

Saat ini, dunia sedang bersama-sama berjuang menghadapi wabah Covid-19. Melihat data pasien yang positif dan yang meninggal karena wabah ini, diprediksi wabah ini diperkirakan masih akan berlanjut sampai pada bulan-bulan ke depan. Situasi ini sangat mempengaruhi segala lini aspek kehidupan, salah satunya ialah perekonomian dan ketersediaan suplai makanan untuk kehidupan pokok sehari-hari. Saat ini beberapa harga barang pokok mulai merangkak naik. Banyak pula pekerja-pekerja informal yang “dirumahkan” atau di PHK. Kalau hal ini ditidak diperhatikan, bisa jadi kita saling serang satu sama lain demi memperoleh ketersediaan bahan pokok. Saat ini mungkin ketersediaan pangan masih bisa dibilang cukup, namun kita perlu juga antisipasi beberapa bulan ke depan jika akhirnya terjadi kelangkaan bahan pokok. Hal ini bukan untuk menakut-nakuti atau membuat khawatir berlebihan, namun sekali lagi hal ini menjadi sarana antisipasi kemungkinan terburuk. Tentunya dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua orang, melainkan dirasakan oleh semuanya, termasuk umat paroki St. Theresia, Sedayu, Bantul. Oleh karena itu, kami juga membuat surat edaran Dewan Pastoral Paroki terkait Covid-19 untuk lingkungan-lingkungan. Adapun isinya antara lain:

 

Beberapa saran/anjuran yang bisa dibuat ditingkat lingkungan (kerjasama dengan RT setempat) sebagai bentuk kepedulian wabah Corona (beberapa sudah banyak dilakukan):

  1. Membuat desinfektan untuk disemprokan ke rumah-rumah warga/umat
  2. Membuat hand sanitizer atau mengusahakan sabun untuk umat/warga lingkungan terutama yang paling kesulitan
  3. Mengingatkan atau terus menerus mensosialisasikan kebisaan cuci tangan yang benar dan bersih melalui media sosial. Masing-masing KK saling memberikan edukasi/pemahaman/pembelajaran kepada anggotanya terutama kepada anak dan lansia.
  4. Mengusahakan vitamin atau yang berkaitan dengan penambahan asupan daya tahan tubuh terutama yang paling membutuhkan.
  5. Mengingatkan umat lingkungan untuk jujur melaporkan kepada RT jika ada anggota keluarganya yang mudik dari area wabah Corona atau bahkan zona merah dan membantu dalam pengawasan (artinya mengingatkan untuk isolasi mandiri di rumah). Jika dia termasuk keluarga tidak mampu hendaknya dibantu untuk kebutuhan pangannya dengan memperhatikan standar keamanan, kebersihan, dan kesehatan diri.
  6. Lain-lain bisa dipikirkan di tingkat lingkungan tergantung situasi dan kondisi.
  7. Lingkungan bisa berkoordinasi dengan panitia Paskah atau tim APP jika membutuhkan dana terkait dengan Gerakan Kepedulian dampak corona ini.
  8. Dalam masa darurat ini, harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik, maka para Ketua Lingkungan/Pengurus bisa menggerakkan umatnya untuk memulai membangun swasembada pangan, misalnya yang masih memiliki kebun bisa menanam sayur mayur, kemudian bagi yang tinggal di perumahan bisa menanam sayur dalam pot/barang-barang bekas. Hal ini untuk mengurangi beban biaya hidup atau kebutuhan pangan

 

Sebagai antisipasi kami menghadapi dampak Covid-19, kami kemudian berkoordinasi membentuk team. Panitia Paskah 2020 sekaligus menjadi Satgas atau team peduli dampak Covid-19, sebagai bentuk komunikasi serta pengambilan keputusan untuk penanganan dan penanggulangan COVID-19 ini. Aksi atau langkah ini dibuat sebagai bentuk perhatian Gembala terhadap domba-dombanya. Satgas ini gotong royong untuk mengantisipasi penularan wabah Covid-19 dengan melibatkan pihak-pihak terkait yang kompeten di bidangnya. Berkaitan dengan situasi-situasi dan perkiraan dampaknya terhadap kehidupan umat, maka berdasarkan koordinasi darurat untuk menyikapi hal ini, Paroki St. Theresia, Sedayu membuat sebuah aksi konkret untuk menangani hal ini baik dari sisi kesehatan maupun juga secara ekonomi.

 

Kegiatan-kegiatan yang sudah dibuat oleh Panitia Peduli Dampak Covid-19 ini antara lain:

  • Pembagian sembako, masker, dan hand sanitizer untuk KLMTD (405 paket). Sembako ini berasal dari umat dan dana APP

 

  • Pembuatan brosur tentang pencegahan penyebaran Covid-19 yang dibagikan melalui media sosial (WA, Instagram)

   

  • Penyemprotan desinfektan di lingkungan-lingkungan bekerjasama dengan RT/RW setempat.

   

  • Menyumbangkan uang 10 Juta Rupiah untuk keperluan pengadaan APD melalui KARINA KAS (Rekening Keuskupan) dan membantu pendidikan Sanjaya, yaitu subsidi guru (4 Juta Rupiah)

 

Rencana lanjut yang akan dilakukan panitia:

  1. Pendataan kebutuhan-kebutuhan bagi yang perlu dibantu (sembako, masker, bibit tanaman)
  2. Pembagian sembako khusus (per dua minggu sekali) bagi yang terdampak dan belum mendapat bantuan dari pihak manapun.
  3. Menyediakan bahan desinfektan untuk dimanfaatkan di lingkungan-lingkungan, bekerjasama dengan RT atau RW setempat.
  4. Mensosialisasikan gerakan ketahanan pangan (via video) dan membantu penyediaan bibit bagi yang sangat kesulitan.
  5. Membuat pasar online untuk menghidupkan perekonomian rakyat/umat. Jajan tangga nglarisi kanca.

 

Hal lain yang sudah di buat dan akan terus dibuat:

  1. Pembagian sembako oleh komunitas difabel Sedayu dan perhatian pada yang sakit dan yang tidak bisa berobat (bisa lihat web paroki https://parokisedayu.org/bantuan-untuk-komunitas-pinilih/)
  2. Sapaan-Sapaan Romo Paroki
Facebook
Google+
Twitter

Kabar lain

INDONESIA MAJU

SURAT GEMBALA 75 TAHUN KEMERDEKAAN INDONESIA USKUP AGUNG KEUSKUPAN AGUNG