Santo Yusuf, Taat pada Allah lewat Mimpi

Dalam tradisi masyarakat Jawa, mimpi dapat dikelompokkan menjadi tiga macam berdasarkan waktunya. Ketiga mimpi itu adalah titiyoni (pukul 21.00 – 24.00), gondoyoni (pukul 24.00 – 03.00), dan puspa tajem (pukul 03.00 – 06.00). Titiyoni adalah mimpi yang tidak memiliki arti yang sangat khusus. Gondoyoni adalah mimpi yang menunjukkan pada kualitas kejiwaan kita, menyingkapkan apa yang tersembunyi di dalam diri kita agar dapat diketahui, diterima, dan kemudian diolah. Sementara, puspa tajem adalah mimpi yang diyakini memiliki makna yang sering menjadi kehendak Allah.

Kitab Suci juga biasa mengaitkan kehendak Allah yang disampaikan melalui mimpi. Santo Yusuf termasuk yang mengalaminya. Paus Fransiskus dalam Surat Apostolik Patris Corde menguraikan bahwa ada empat mimpi yang dialami oleh Santo Yusuf dan langsung dilaksanakannya dengan taat
sesuai pesan-Nya (Mat. 1:24; Mat. 2:14-15; Mat. 2:21; dan Mat. 2:22). Setiap mimpi menunjukkan kehendak Allah yang harus dilaksanakannya. Paus Fransiskus menyebut Santo Yusuf sebagai seorang bapak yang taat (bdk. PC, No. 3). Ketaatan Santo Yusuf terhadap kehendak Allah sudah teruji sejak
awal, yaitu saat ia mau memperistri Maria. Pertama, dalam kebimbangannya, dia didatangi malaikat Tuhan agar tidak takut mengambil Maria sebagai istrinya. Kedua, saat bayi Yesus akan dibunuh oleh Herodes, Yusuf membawa Maria dan Yesus mengungsi ke Mesir sampai Herodes meninggal. Ketiga, saat tinggal di Mesir, Santo Yusuf diberitahu lewat mimpi bahwa Herodes sudah meninggal. Lalu dia membawa Maria dan Yesus untuk kembali ke tanah Israel. Keempat, dalam perjalanan pulang, Yusuf diberitahu bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya. Karena dinasihati dalam mimpi, Yusuf pergi ke daerah Galilea dan tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret.

Santo Yusuf sungguh menjadi teladan dalam ketaatan melaksanakan kehendak Allah. Kepekaan hati Yusuf atas apa yang dikehendaki Allah itulah yang perlu kita mohon dalam doa-doa kita. Bila kita yakin akan kehendak Allah, marilah kita segera melaksanakannya tanpa tengok kanan atau tengok kiri lagi.

Renungan dalam bentuk video dapat dilihat DI SINI.

Facebook
Google+
Twitter

Kabar lain