Pusat Hidup

Foto ilustrasi Dok. Komsos KAS

Apakah Anda pernah menduga bahwa segerombolan semut itu mengabdi kepada ratu mereka? Setiap semut memainkan perannya sendiri-sendiri. Masing-masing peran itu akhirnya berujung pada pengabdian kepada sang ratu itu.

Apakah fakta kehidupan semut itu dapat menjadi bahan permenungan untuk kita: siapa yang menjadi pusat hidup kita? Pusat itulah yang menggerakkan hidup kita. Sekaligus, keseluruhan hidu kita tertuju kepadanya.

Cara untuk bisa tinggal bersama Kristus adalah dengan menjadikan Kristus itu sebagai pusat hidup. Kristus menjadi sumber inspirasi dan menjadi tujuan perjalanan hidup. Dengan demikian, pengalaman tinggal itu akan semakin bermakna. Artinya hidup kita benar-benar tinggal dalam Kristus dan tidak ada yang lain. Harta, kekayaan, pangkat, dan lainnya hanyalah sarana untuk berpusat kepada Kristus itu dan bukan tujuan.

Siapakah atau apakah pusat hidup kita?

Facebook
Google+
Twitter

Kabar lain

INDONESIA MAJU

SURAT GEMBALA 75 TAHUN KEMERDEKAAN INDONESIA USKUP AGUNG KEUSKUPAN AGUNG