Profil singkat

KAS

Reksa Pastoral Keuskupan Agung Semarang meliputi dua provinsi di Indonesia yakni bagian Timur dari Jawa Tengah (kecuali Kabupaten Rembang dan Blora yang sudah masuk wilayah Keuskupan Surabaya) dan seluruh provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Batas-batas paroki terluar dari empat penjuru mata angin ialah: 1) Utara, Paroki Jepara berbatasan dengan Keuskupan Surabaya; 2) Timur, Paroki Sragen berbatasan dengan Keuskupan Surabaya; 3) Selatan, Paroki Batu berbatasan dengan Samudera Hindia; 4) Barat, Paroki Sukorejo berbatasan dengan Keuskupan Purwokerto. Dalam tata wilayah Gerejani, Keuskupan Agung Semarang merupakan “provinsi metropolit” dengan Keuskupan Purwokerto, Keuskupan Surabaya, dan Keuskupan Malang sebagai sufragan.
Di bidang seluas kurang lebih 19.022, 51 km2, Keuskupan Agung Semarang terbagi dalam 4 kevikepan. Satu, Kevikepan Semarang meliputi Kotamadya dan Kabupaten Semarang, Demak, Jepara, Grobogan, Kendal, Kudus, dan Pati. Dua, Kevikepan Surakarta meliputi Kabupaten Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Sragen, Wonogiri, Karanganyar, dan Kotamadya Surakarta. Tiga, Kevikepan Yogyakarta meliputi seluruh kabupaten Yogyakarta yakni Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Sleman. Empat, Kevikepan Kedu terdiri dari Kotamadya Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Temanggung.
Warna Pastoral di wilayah Keskupan Agung Semarang cukup unik dan beragam. Kevikepan Semarang lekat dengan corak Pantura (Pantai Utara Jawa) dengan warna kebudayaan Jawa, Arab, dan Tionghoa. Kevikepan Surakarta dan Yogyakarta sangat dekat dengan budaya Kraton sehingga terjadi pengintegrasian nilai-nilai budaya dan tradisi Jawa. Sedangkan Kevikepan Kedu lebih pada corak agraris dengan wilayah yang terletak di pegunungan, jauh dari pengaruh kraton, dan birokrasi Hindia Belanda –zaman dulu- sehingga dipilih menjadi pusat misi di Jawa. Untuk memperlancar pengembalaan Umat yang terdiri dari pelbagai latar belakang inilah, terdapat 98 paroki di Keuskupan Agung Semarang yang siap sedia membantu uskup dalam menjalankan reksa pastoral melayani kurang lebih lima ratus ribu jiwa.