Pembekalan Koster dan Paramenta se-Yogyakarta Barat

Twitter
WhatsApp
Email
Koster punya tanggung jawab merawat barang-barang suci jika sembarangan akan jatuh dalam dosa sacrilegi
Menyambut pekan suci 2024, Komisi Liturgi menyiapkan para koster dan paramenta agar dapat bertgas dengan lebih baik. Pembekalan bagi koster dan paramenta dari paroki se-Kevikepan Yogya Barat ini diikuri 110 orang bertempat di aula paroki Nanggulan, Yogyakarta (14/3/2024). Hadir memberikan pembekalan adalah Ketua Komisi Liturgi Romo Gregorius Prima Dedy Saputra, Pr. (Ketua Komisi Liturgi Kevikepan Yogyakarta Barat). Romo Dedy menjelaskan mengenai lingkaran Paskah dan lingkaran natal serta seluk beluk yang harus dimengerti oleh para koster dan paramenta. Koster (sacristan) mempunyai tugas yang penting, merawat barang-barang suci (busana liturgi, perlengkapan liturgi, buku-buku liturgi). Koster dari kata kustodia artinya penyimpan, pemelihara, penjaga. Koster punya tanggung jawab merawat barang-barang suci. Jika sembarangan akan jatuh dalam dosa sacrilegi. Koster juga menyiapkan seluruh Gedung dan perlengkapan kapel/gereja.
Dengan langsung menunjukkan para perlengkapan peribadatan yang disediakan, Romo Dedy menyampaikan beberapa hal yang semestinya dilengkapi ketersediaannya di paroki. Misalnya pada perayaan hari Minggu Gaudete dan Minggu Letare, ketika imam mengenakan kasula pink, maka seluruh petugas liturgi semestinya juga mengenakan tanda warna yang sama. Petugas misdinar, prodiakon, lektor, pemazmur juga perlu menyiapkan baju liturgi yang sesuai dengan hari raya ini. Setelah pemaparan materi, peserta diberi kesempatan melakukan tanya jawab dan pertemuan berlangsung dengan semarak karena begitu banyak pertanyaan yang muncul. Dinamika pelayanan koster dan paramenta yang berkait dengan ketersediaan sarana, komunikasi dengan imam, komunikasi dengan sesama petugas bidang liturgi masih merupakan persoalan yang meminta perhatian. Untuk membantu komunikasi, Komlit Yogya Barat telah menjelaskan kepada para misdinar hal-hal terkait dengan tata laksana penugasan misdinar. Namun, masih ada kemungkinan para imam tidak sepenuhnya memahami dan membutuhkan diskusi lebih lanjut. Pertanyaan juga berkaitan dengan tata liturgi, busana liturgi, buku yang digunakan, Pernik-pernik tata laksana pekan suci, dan sebagainya.
Dalam kesempatan ini juga hadir dan dikenalkan kepada peserta, Romo Antonius Hendri Atmoko, Pr yang masuk formasi Komisi Liturgi Yogya Barat. Forum makin lengkap dengan peneguhan yang diberikan oleh Vikep Yogyakarta Barat, Romo AR Yudono Suwondo, Pr.
(Veronika Naning)