Paroki Medari Menghadapi COVID-19

Pendahuluan

Wabah COVID-19 yang sekarang sedang terjadi di dunia dan Indonesia pada khususnya diperkirakan masih akan berlanjut sampai pada bulan-bulan kedepan. Dari situasi ini, secara langsung pastinya akan berdampak pada beberapa aspek keberlangsungan hidup warga dunia, dan di Indonesia sendiri yang sudah terlihat adalah dengan naiknya kurs Dollar secara signifikan dari hari ke hari. Dengan naiknya kurs Dollar ini diprediksi ke depan juga akan berpengaruh terhadap kenaikan harga serta ketersediaan suplai makanan untuk kehidupan pokok sehari-hari. Pada saat ini mungkin saja ketersediaan bahan makanan pokok tersebut masih tersedia banyak dan cukup, namun perlu pula untuk diantisipasi beberapa bulan ke depan jika pada akhirnya terjadi kelangkaan bahan makanan pokok, pastinya juga berdampak pada kelangsungan hidup umat Paroki St. Yoseph Medari, terutama bagi umat yang secara ekonomi menengah ke bawah.

Selain perkiraan dampak jangka panjang, yang sudah pasti terlihat saat ini adalah dampak secara langsung terhadap kesehatan umat di wilayah Paroki St. Yoseph Medari. Dalam kaitannya dengan hal ini, perlu pula langkah-langkah konkrit untuk mencegah penularan virus COVID-19 ini di lingkup Paroki St. Yoseph Medari dengan menggandeng stakeholder terkait untuk saling membantu dan bergotong royong di dalam upaya pencegahannya.

Berkaitan dengan situasi-situasi dan perkiraan dampaknya terhadap kehidupan umat, maka berdasarkan koordinasi darurat untuk menyikapi hal ini, Paroki St. Yoseph Medari membuat sebuah aksi konkret untuk menangani hal ini baik dari sisi kesehatan maupun juga secara ekonomi. Adapun langkah pertama adalah membentuk Satgas Penanggulangan COVID-19 pada tanggal 24 Maret 2020 sebagai ajang monitoring, komunikasi serta pengambilan keputusan untuk penanganan dan penanggulangan COVID-19 ini. Adapun prinsip dari langkah ini adalah berdasarkan pada solidaritas umat serta bentuk perhatian Gembala terhadap domba-dombaNya. Serta sebagai dasar dari pembentukan dan aksi nyata ini adalah dengan adanya Surat Edaran Dewan Paroki St. Yoseph Medari Nomor 03/SP/III/2020 tanggal 23 Maret 2020.

Kerangka Kegiatan

GoalOutcomesOutputsActivities
Umat Paroki St. Yoseph Medari yang resilien dalam menghadapi bencana COVID-19.Umat Paroki Medari mampu mengantisipasi penyebaran virus serta mengambil tindakan yang tepat jika ada umat yang terpapar virus COVID-19.Adanya data yang selalu terupdate mengenai kondisi kesehatan umat di lingkungan-lingkungan Paroki St. Yoseph Medari.Monitoring dan pendataan kesehatan umat di masing-masing lingkungan.
Setiap lingkungan tercukupi kebutuhan kesehatannya di dalam kesiapsiagaan menghadapi COVID-19.Penyemprotran disinfektan dan pendistribusian masker, hand sanitizer serta vitamin ke lingkungan-lingkungan.
Terwujudnya ketahanan pangan di dalam menghadapi dampak bencana COVID-19.Adanya data yang selalu terupdate dari masing-masing lingkungan mengenai potensi ketahanan pangan di wilayahnya.Pendataan kemampuan ketahanan lingkungan dalam penyediaan sumber pangan secara mandiri.
Adanya keluarga-keluarga yang menanam sayuran seagai suplai makanan mandiri.Penyediaan bibit sayuran.
Setiap lingkungan memiliki lumbung makanan mandiri untuk mencukupi kebutuhan umatnya dalam situasi darurat, prioritasnya untuk umat KLMTD.Pengumpulan beras dan uang serta bahan pokok lainnya.

Pola Koordinasi dan Komunikasi

Dengan tetap menggunakan prinsip physical distancing, maka di dalam koordinasi selama masa darurat bencana COVID-19 ini dilakukan melalui Whatsapp Group yang di dalamnya terdapat unsur-unsur yang dapat mewakili aspirasi umat di lingkungan. Adapun susunan dari Satgas Penanggulangan COVID-19 ini adalah.

1Penanggung JawabRm. Y. Ari Purnomo, Pr.

Rm. Yuvensius Deny S., Pr.

2Koordinator TimF. Martono

Th. Tejo Asmoro

3Pengolahan Data UmatY. Hastadi Kurniawan
4Pengolahan Data LogistikSt. Maria Aji Takari
5Koordinator Pendistribusian Logistik dan Penyemprotan DisinfektanSupriyanto (Tim Kebencanaan TERESA)
6Koordinator Pengadaan Barang dan LogistikYustina Yeni K (Timpel APP)

Ignatia Purwati (Timpel PSE)

F. Heru Cahyono

7DokumentasiEko Ari Wibowo dan Ketua-ketua Lingkungan
8AnggotaPerwakilan Dewan Harian, Perwakilan Dewan Stasi, Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan Paroki St. Yoseph Medari.

Data Umat Terdampak

Dari beberapa pendataan dan monitoring yang dilakukan oleh Ketua Lingkungan, terdapat beberapa umat yang terdampak COVID-19 secara kesehatan. Untuk mereka yang malakukan isolasi mandiri, maka kebutuhan kesehatan dan pangan dari umat tersebut menjadi tanggung jawab lingkungan di dalam penyediaannya. Sedangkan untuk umat yang berstatus pasien sudah mendapatkan pertolongan sesuai dengan prosedur kesehatan dan sudah mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh pemerintah. Berikut adalah data dari beberapa lingkungan dan umat yang terdampak.

LingkunganJumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP)Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP)Jumlah Positif COVID-19Perawatan bagi yang terdampakKebutuhan bagi yang terdampakApakah kebutuhan tersebut sudah terpenuhi?
St. Petrus Murangan Timur300Isolasi mandiriMasker, Makanan/logistik untuk yang isolasi mandiriSudah
St. Yusuf Kadisobo Utara411Isolasi mandiri
dan Perawatan di RS untuk yang berstatus PDP dan Positif COVID-19
Makanan/logistik untuk yang isolasi mandiri.Sudah
St. Don Bosco Margoagung300Isolasi mandiriVitamin untuk yang isolasi mandiriSudah
St. Ignasius Margodadi Seyegan400Isolasi MandiriMakanan/logistik untuk yang isolasi mandiri.Sudah

Penyemprotan Disinfektan dan Distribusi Kebutuhan Medis

Selama masa darurat bencana COVID-19 ini, penyemprotan disinfektan dilakukan di gereja serta lingkungan-lingkungan yang membutuhkan penyemprotan. Secara mandiri gereja sudah memiliki alat untuk penyemprotan dan membuat cairan disinfektan, sekaligus bekerjasama dengan stakeholder lain di dalam pengadaan maupun pelaksanaannya.  Dalam kaitannya dengan Satgas Penanggulangan COVID-19 ini, penyemprotan dilakukan oleh anggota Tim Kebencanaan TERESA yang sudah dibentuk di Paroki St. Yoseph Medari beberapa tahun yang lalu.

Selain penyemprotan, koordinasi lintas bidang juga dilakukan untuk pengadaan bantuan kebutuhan kesehatan umat. Hasil bekerjasama dengan KARINA-KAS, Paroki St. Yoseph Medari mendapatkan beberapa bantuan berupa masker, sabun, hand sanitizer serta vitamin untuk kebutuhan umat di lingkup Paroki St. Yoseph Medari. Dalam pengadaan ini, Paroki St. Yoseph Medari juga melakukan pengadaan mandiri untuk kebutuhan masker sebagai salah satu upaya pula untuk mencukupi kebutuhan masker yang banyak untuk seluruh umat. Adapun untuk distribusi barang ini juga dilakukan oleh Tim Kebencanaan TERESA dengan mengantarkan paket kebutuhan tersebut ke lingkungan-lingkungan. Adapun data dari pengadaan tersebut adalah sebagai berikut

NoLingkunganMaskerSabun CairHand SanitizerVitamin
MedisKain
1St. Yulianus Pepen208107
2St. Tarsisius Sidomulyo10877
3St. Yusuf Kadisobo208107
4St. Dominikus Kadisobo20877
5St. Maria Pendeman2081010
6St. Paulus Murangan Barat2081010
7St. Petrus Murangan Timur10877
8St. Yohanes P. Sleman Barat1081014
9St. Yohana Sleman Timur20877
10St. Maria Fatima Ngangkrik20877
11St. Matius Tempel20877
12St. FX. Kantongan0815
13St. Dionisius Margorejo Timur10877
14St. Yoseph Margorejo Barat20877
15St. Yohanes Temanggung20877
16St. Antonius Mlesen20877
17St. Agustinus Keceme20877
18St. Yohanes Rasul Batang20050 
19St. Martinus Malang20075 
20St. Paulus Malang2081010
21Stasi Seyegan50404040
22Komunitas di Gereja2729615 
TOTAL417213196200 

Pengumpulan Bahan Makanan Pokok dan Uang untuk Lumbung Yosep

Sebagai kesiapsiagaan untuk masa yang lebih panjang dari sisi ketahanan pangan. Maka masing-masing lingkungan diharapkan mampu untuk mencukupi kebutuhan pangannya sendiri dengan mengumpulkan bahan makanan pokok serta uang sebagai lumbung dan tabungan jika dampak COVID-19 ini berlangsung lama. Persediaan bahan makanan pokok dan uang ini nantinya bisa untuk digunakan jika dirasa diperlukan serta dengan tetap mengutamakan umat KLMTD sebagai yang utama untuk mendapatkannya. Pengumpulan ini dikoordinir oleh Ketua Lingkungan masing-masing dan kemudian disimpan di lingkungan serta deiberi nama Lumbung Yosep. Sampai sat ini, proses pengumpulan masih berlangsung dan data yang ada juga diperbaruhi setiap saat jika terdapat tambahan data.

Adapun data sampai sejauh ini adalah :

NoNama LingkunganJUMLAH TERKUMPUL
Beras (kg)Uang (Rp)Lainnya
1St. Paulus Murangan Barat6.0347,000 
2St. Petrus Murangan Timur45.0 bawang merah, bawang putih, gula jawa, minyak goreng 500 ml 20 paket
3St. Dionisius Margorejo Timur62.5500,000 
4St. Paulus Malang30.0130,000 
5St. Yohanes Rasul Batang15.0100,000 
6St. Maria Pendeman16.090,000 
7St. Maria Fatima Ngangkrik26.01,210,000Beras khusus untuk darurat 100 kg.
8St. Yusuf Kadisobo9.0180,000 
9St.Yoseph Margorejo Barat18.5145,0001kg gula pasir
10St. Veronica Margorejo Asri28.570,000 
11St. Yohanes Pemandi Sleman Barat5.0200,000 
12St. Yulianus Pepen19.5200,000minyak goreng 2 liter, mie 14 bungkus
13St. Yohanes Temanggung34.0 minyak goreng 4 liter
14St. Agustinus Margomulyo 1,370,000 
15St. Dominikus Kadisobo Selatan16.0225,000minyak goreng 8 liter, gula pasir 3 kg, mi instan 50 bungkus
16St. Yohana Sleman Timur40.0 minyak goreng 4 liter
17St. Martinus Malang35.0  
18St. Agustinus Keceme20.0  
19St. Tarsisius Sidomulyo33.0120,000minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kg.
20St. Antonius Mlesen20.060,000 
21St. Matius Tempel17.560,000 
TOTAL496.55,007,000

Pengadaan Bibit Sayuran

Selain dengan mengumpulkan bahan makanan pokok, untuk mewujudkan ketahanan pangan di lingkungan juga diadakan bibit tanaman yang bisa untuk ditanam oleh umat di rumah-rumah. Pengadaan yang dilakukan secara mandiri oleh paroki ini juga sekaligus diberikan poly bag sebagai media untuk penanamannya. Sejauh ini, banyak umat yang tertarik untuk menanam sayuran ini yang harapan ke depannya pasti sebagai salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan di dalam lingkup keluarga da lingkungan.

Adapun untuk penyediaan bibit ini terdapat 200 bibit terong, 200 bibit cabe, 600 bibit sawi dan 200 bibit tomat

 

 

Facebook
Google+
Twitter

Kabar lain

INDONESIA MAJU

SURAT GEMBALA 75 TAHUN KEMERDEKAAN INDONESIA USKUP AGUNG KEUSKUPAN AGUNG