Pada awal mula, daerah Banjir Kanal Barat adalah bagian tak terpisahkan dari Paroki Katedral Randusari Semarang. Di daerah ini terdapat sejumlah umat katolik yang tersebar di beberapa wilayah, antara lain wilayah Krobokan, Karangayu, Kalibanteng, Krapyak, Cabean, Panjangan, Barusari, Demangan, Gisikdrono, dan Penggiling.

7 Januari 1968 gedung gereja St. Theresia Bongsari diberkati oleh Mgr. Justinus Darmojuwono Pr. Uskup Agung Semarang.

Kepala Paroki Gereja St. Theresia Bongsari yang pertama diangkat adalah Pastor Ingen Housz SJ. Sebagai konsekuensi menerima jabatan ini berarti harus berani melaksanakan tugas merintis dan mengembangkan Paroki baru untuk dapat hidup dan berkembang. Tugas ini dilaksanakan dengan penuh penyerahan diri disertai disiplin tinggi yang diterapkan kepada seluruh umat ketolik se paroki. Seluruh hidup dan segala kekayaan yang dimiliki termasuk harta warisan dari keluarga di Negeri Belanda sejumlah tujuh belas ribu Gulden digunakan untuk keperluan gereja.

Wilayah dan Batas
Lingkungan :
Wilayah :

Batas

Utara : Paroki Semarang Indah
Selatan : Paroki Katedral
Timur : Paroki Katedral
Barat : Paroki Krapyak