Lumbung Sembako: Mengubah Wutah Menjadi Wutuh

‘Semangat lima roti dan dua ikan dalam berbagi mengubah wutah menjadi wutuh’ adalah slogan dari umat di Lingkungan Rafael 1 salah satu lingkungan di Paroki St. Ignatius Magelang. Berawal dari keprihatinan umat melihat banyak orang terkena dampak pandemi, umat secara mandiri melakukan gerakan Lumbung Sembako ini.

Lumbung Sembako ini sudah terbentuk dari awal merebaknya pandemi di Indonesia. Gerakan yang bertujuan meringankan beban umat yang terdampak ini mendapat respon yang sangat positif. Umat yang mampu memberi akan menaruh bahan pokok atau barang yang merupakan kebutuhan umat sedangkan umat yang membutuhkan mengambil barang sesuai dengan kebutuhan hari itu saja. Melalui sikap solidaritas yang tinggi dari umat, Lumbung sembako ini tidak pernah kosong atau tutup.

Berawal dari membantu kalangan umat Katolik yang terdampak, kini Lumbung Sembako dapat membantu banyak orang. Siapapun dapat mengambil sembako di sini tanpa memandang agama, suku, dan ras. Kini, Lumbung Sembako dapat membantu kebutuhan keluarga-keluarga yang harus melakukan isolasi mandiri.

Lumbung Sembako adalah bukti gerakan nyata dari umat untuk umat yang mampu menyambung kehidupan banyak orang. Membantu dari hal sederhana, berbagi dari apa yang kita miliki ternyata sangat berarti bagi sesama. Mari kita teruskan gerakan kebaikan ini untuk di lingkungan sekitar kita supaya makin banyak umat yang terbantu.

Facebook
Google+
Twitter

Kabar lain