Konsistensi KAS Hadirkan Persaudaraan Lintas Iman Tampak Dalam Buka Puasa Bersama di Kebon Dalem

Twitter
WhatsApp
Email

Kebon Dalem – Konsistensi Keuskupan Agung Semarang (KAS) dalam upaya mewujudkan jalinan persaudaraan dengan umat lintas agama dan kepercayaan, terus bergulir dengan aneka kegiatan lintas iman. Bulan Ramadhan menjadi salah satu landasan untuk mewujudkannya. Kamis (21/03/24) sore, bertempat di Gereja Paroki Santo Franciscus Xaverius Kebon Dalem Semarang, Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Kevikepan Semarang menggelar acara buka puasa bersama. “Kolaborasi dalam Kebaikan” menjadi tema tunggal dalam kegiatan ini.

Romo Wito menyambut kehadiran peserta Buka Puasa Bersama

Sejumlah tokoh masyarakat, lintas agama dan kepercayaan, menghadiri Buka Puasa Bersama ini. Tampak hadir ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang KH Mustam Aji, juga ketua FKUB Semarang Timur Abdul Jawad RD. Dari Gereja Katolik ada Ketua Komisi HAK Kevikepan Semarang Romo Eduardus Didik Chahyono SJ dan Kepala Paroki Kebon Dalem, Romo Yustinus Slamet Witokaryono Pr, beserta Dewan Pastoral Paroki Kebon Dalem.

Ketua FKUB Kota Semarang mengapresiasi KAS dalam upaya menjalin persaudaraan lintas iman

Dalam kesempatan persaudaraan penuh kehangatan ini, KH Mustam Aji memberi apresiasi pada KAS yang menyelenggarakan buka puasa bersama. Mustam Aji mengungkapkan, ”Semoga kegiatan-kegiatan Buka Puasa semacam ini dapat dilakukan juga oleh komunitas agama lain sehingga semakin nyata kerukunan umat beragama di Kota Semarang.

Lebih lanjut Mustam Aji menceritakan, beberapa kali Kota Semarang dan FKUB-nya mendapat penghargaan sebagai kota harmonis. Tentunya penghargaan itu diperoleh karena usaha bersama semua masyarakat dan pemuka agama, termasuk yang dilakukan oleh Gereja Katolik. Sementara itu, Abdul Jawad, ketua FKUB Semarang Timur menyampaikan tausiah seputar puasa dan silaturahmi.

Para peserta Buka Puasa Bersama

Dalam sambutan, Romo Didik SJ menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran tokoh masyarakat, lintas agama dan kepercayaan. ”Saya berharap jalinan persaudaraan kerja sama ini bisa lestari dan tidak hanya berhenti pada figur pribadi tertentu, tetapi bisa terus berlanjut,” pesan Romo Didik SJ. (BD Elwin J)