TINGGAL DALAM KRISTUS AKAN MENGHASILKAN BUAH

Tujuan

Umat diajak semakin hidup bersatu erat dengan Kristus agar menghasilkan buah

 

Pengantar Pertemuan

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” (Yoh 15:4) menjadi salah satu visi yang dimunculkan dalam ARDAS KAS VIII. Kata “tinggal di dalam Aku” mempunyai peranan penting di dalam kiasan tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya. Umat kristiani akan menghasilkan hidup yang penuh iman dan kasih jika bersatu bahkan tinggal di dalam Yesus, dan Yesus tinggal di dalam diri kita. Ada suatu dinamika timbal balik, bagaikan hubungan iman dengan rahmat. Umat yang tinggal dalam Yesus adalah suatu peristiwa iman, sedangkan Yesus tinggal di dalam diri umat adalah suatu peristiwa rahmat. Jika tidak tinggal atau bersatu dengan Yesus, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Artinya, perbuatan baik kita bukanlah karya pribadi kita, tetapi hendaknya disadari sebagai karya bersama Yesus. Tanpa Yesus, kita akan lemah bahkan tidak dapat berbuat apa-apa. Maka, mutlak kesatuan dengan Kristus sebagai pokok anggur yang benar agar kita dapat menghasilkan buah.

Maka pada pendalaman Adven kedua ini, kita diajak untuk memahami arti atau makna “semakin erat bersatu dengan Kristus dan berbuah dalam kasih.” Pendalaman ini mengajak kita untuk menyadari bahwa hidup beriman kita tidak dapat dilepaskan dari pokok utama yaitu Kristus. Kita diajak untuk merefleksikan sejauh mana keeratan hidup kita dengan Kristus dan akhirnya sejauh mana kita mampu berbuah memberikan kasih kepada sesama di sekitar kita.

 

Langkah Proses Pertemuan

Pembuka

1.Nyanyian Pembuka

Pertemuan dapat dibuka dengan lagu-lagu yang memberikan nuansa harapan.

2. Doa Pembuka

Doa ini hanya salah satu alternatif yang dapat disesuaikan dengan situasi yang terjadi.

Allah Bapa Mahakasih, kami bersyukur ke hadirat-Mu, karena di dalam Kristus, Engkau telah menyatukan kami sebagai murid-murid-Nya bagaikan ranting-ranting anggur. Semoga melalui permenungan minggu Adven kedua ini, kami sungguh semakin menyadari untuk mampu menjadi ranting-ranting anggur yang berbuah limpah sebagaimana harapan Arah Dasar KAS: “semakin erat bersatu dengan Kristus dan berbuah dalam kasih.” Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

3.Penyalaan lilin Korona

Setelah doa pembuka, dilanjutkan dengan penyalaan Lilin Korona Adven yang kedua.

P:    Tuhan, terangilah umat-Mu dengan cahaya kasih-Mu.

U:   Agar kami semua dapat menjadi cahaya bagi sesama.

P:    Ya Bapa, berbelaskasihlah kepada kami, para hamba-Mu yang merindukan Putera-Mu, cahaya kehidupan sejati. Nyalakanlah harapan kami yang gelap ini akan kehadiran Putera-Mu yang menjadi penerang bagi hidup kami. Bagaikan nyala lilin yang semakin terang, demikianlah kami mohon agar hidup kami semakin diterangi oleh kehadiran Kristus. Semoga kami semua mampu menjadi pribadi-pribadi yang guyub dan semakin erat bersatu dengan Kristus, berbuah dalam kasih, serta bersama masyarakat memperjuangkan hidup yang sejahtera bermartabat demi terwujudnya tanda kehadiran Kerajaan Allah. Demi Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, sepanjang segala masa.

U: Amin

Bacaan Kitab Suci

1.Membaca Yohanes 15:1-5

Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

2.Pendalaman

Renungan Kitab Suci

Beberapa poin-poin reflektif untuk memperkaya/melengkapi .

  • Perumpamaan tentang pohon anggur merupakan perumpamaan yang diambil Yesus berdasarkan konteks yang berkembang dalam kebudayaan Ibrani. Kekhasan dari budaya Ibrani awal, di kawasan tanah Ibrani biasanya akrab dengan dataran tinggi serta perbukitan yang menyediakan tempat yang ideal untuk budidaya tanaman anggur. Tanahnya begitu rapi, dengan tanaman anggur yang merambat di sepanjang lereng bukit, dipagari dengan hati-hati untuk mencegah masuknya hewan atau orang yang akan mencuri serta dipelihara dengan seksama sehingga menghasilkan.
  • Perumpamaan tanaman anggur ini, digunakan Yesus untuk menggambarkan hubungan antara ranting dengan pokoknya. Dalam bacaan tersebut, ada dua hal pokok yang dapat kita petik. Pertama, bahwa dasar hidup iman kristiani kita adalah Yesus Kristus. Yesus adalah pokok anggur yang benar dan kita semua adalah ranting-rantingnya. Yesus sebagai pokok anggur yang benar, senantiasa membuat kita sebagai rantingnya menjadi bertumbuh dan berbuah. Maka, setiap ranting harus memberikan buah yang baik pula.Kedua, kita harus senantiasa menjaga paguyuban kita, agar selalu menjadi ranting-ranting yang bersatu dengan pokok yang benar, yaitu bersatu dengan Kristus. Untuk itu, paguyuban kita harus senantiasa mengembangkan nilai-nilai kristiani dengan memelihara dan hidup dalam doa, firman atau sabda dan cinta kasih serta berusaha mengembangkan semangat saling mengasihi, solidaritas, ketulusan dan kesetaraan.
  • Perumpamaan Yesus sebagai pokok anggur ingin mengajak kita bahwa Dialah dari semua kebenaran dan hidup. Tanpa Dia kita tidak dapat melakukan apa-apa (lihat Yohanes 15: 5). Ketika kita berfokus pada Kristus dan Injil-Nya, kita dipenuhi dengan terang-Nya. Kemudian buah-buah Roh akan hadir dengan sendirinya dalam diri kita, dan berkat-berkat melimpah (lihat Yohanes 15: 7; Gal. 5: 22–23). Jika kita berusaha untuk mencapai berkat itu secara penuh, maka setiap hari Yesus akan semakin berakar kuat dalam hati kita, selayaknya Pokok Anggur Sejati.
  • Maka, Visi dari Arah Dasar KAS 2021-2025: “Semakin erat bersatu dengan Kristus dan berbuah dalam kasih,” ingin mengatakan kepada kita agar senantiasa erat atau akrab dengan Kristus. Tanda dari keeratan atau kesatuan kita dengan Kristus adalah kualitas hidup doa, spiritualitas dan kesatuan mistik atas laku setiap hari kita dengan Kristus. Hal itu tentu ditampakkan dari laku hidup rohani kita, agar kita menghasilkan banyak buah. Seperti halnya tujuan dari menanam kebun anggur bukanlah untuk menumbuhkan daun yang indah, tetapi untuk menghasilkan buah. Allah telah memberi kita masing-masing karunia yang berbeda, kita harus menggunakan karunia itu untuk menghasilkan buah bagi kerajaan-Nya.

Penutup

Silahkan membuat niat dan aksi-aksi nyata yang bisa dilaksanakan secara konkret!

1.Pengendapan 

Silahkan melakukan pengendapan dengan hening sejenak  dalam batin selama kurang lebih 5-10 menit. 

Ajakan untuk meresapkan secara batin pribadi: 

Hal sederhana dan konkret apa yang dapat Anda lakukan untuk semakin erat bersatu dengan Kristus dan berbuah dalam kasih?

Ajakan untuk berdoa: 

Berdoalah agar Allah membantu kita dalam masa Adven ini, bersiap dan berjaga dalam iman. Kita harus siap menjadi Gereja yang senantiasa bersama masyarakat memperjuangkan hidup yang sejahtera dan bermartabat demi terwujudnya peradaban kasih, tanda kehadiran Kerajaan Allah. 

Kita satukan dalam doa yang diajarkan Kristus sendiri yakni doa “Bapa Kami”.

2.Doa Penutup

Allah Bapa di surga, terima kasih atas berkat-Mu, sehingga kami semakin memahami visi Arah Dasar 2021-2025 bahwa Kristus adalah pusat dari segalanya. Tolonglah kami untuk terus melekat erat dengan Kristus. Keeratan hidup kami dengan Kristus semoga membuat kami senantiasa berbuah kasih. Doa ini kami panjatkan, dalam Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, sekarang dan sepanjang segala masa. Amin.

3.Nyanyian Penutup

Pendalaman dapat ditutup dengan lagu-lagu yang memberikan semangat untuk hidup semakin erat dalam Kristus.