logokas2

KKIT (Kerabat Kerja Ibu Teresa)

 Sejarah Kelahiran

Pada bulan Maret 1969, perkumpulan internasional Kerabat Kerja Ibu Teresa secara resmi digabungkan dengan Misionaris Cinta Kasih (MC) dan konstitusinya telah mendapat berkat dari Paus Paulus VI.

Awal mulanya, beberapa orang berinisiatif menghidupi semangat dan teladan Ibu Teresa. Caranya yaitu “memancarkan cinta kasih Tuhan” di dalam kehidupan sehari-hari dengan menjadi “pembawa cinta kasih Tuhan” kepada semua orang yang  dijumpai dan melayani dengan sepenuh hati dan cuma-Cuma, lebih-lebih  kepada yang termiskin diantara kaum miskin.

Visi dan Misi

Kerabat Kerja Ibu Teresa (KKIT) ingin membagikan visi dari Misionaris Cinta Kasih (MC). Visi ini dibagikan dengan cara “memancarkan cinta kasih Tuhan” di dalam  kehidupan para anggota. Mereka dipanggil  menjadi “pembawa cinta kasih Tuhan” kepada semua orang yang mereka jumpai, melayani dengan sepenuh hati dan cuma-cuma, lebih-lebih mereka yang termiskin di antara kaum miskin. Semboyan KKIT yaitu “Do small with great love” (melakukan yang kecil dengan penuh cinta).

Kegiatan

  1. Kegiatan rutin adalah  Pertemuan rutin setiap minggu kedua pk 18.00 di Kapel Ignatius KAS, diisi doa-sharing-adorasi-informasi-aksi berikutnya.
  2. Kegiatan visioner yaitu melayani yang paling miskin (materi/rohani) dari yang termiskin, memberikan tempat yang bermartabat bagi yang terlantar dan sakit sehingga mereka merasa dikasihi dan “diuwongke”  atau dihargai.
  3. Kegiatan sosial yaitu perhatian pada tuna wisma, pemulung, tukang sampah, umat yang sakit, anak-anak yang butuh bimbingan belajar.
  4. Kegiatan khusus yaitu rekoleksi gabungan dengan KKIT dari kota lain.

Keanggotaan

Pada dasarnya keanggotaan KKIT bersifat terbuka bagi siapa pun dengan berbagai macam latar belakang. Kelompok tidak menentukan syarat-syarat tertentu bagi anggota. Semua orang yang tergugah untuk melayani mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan defabel bisa ikut bergabung dalam kelompok doa ini.

Kepengurusan

KKIT tidak mempunyai kepengurusan yang formal. Kelompok ini  bukan suatu organisasi, namun merupakan paguyuban orang-oang yang ingin meneladani hidup dan perjuangan Ibu Teresa dalam hidup sehari-hari. Kepengurusan KKIT hanya berupa koordinator yang bertugas memudahkan komunikasi antar anggota maupun antar KKIT dalam berbagai tingkat baik daerah maupun negara lain. Keuangan bersifat mandiri.

Lain-lain

Kisah kegiatan KKIT

Seorang Kerabat Kerja Ibu Teresa (KKIT) adalah seorang yang melihat kehadiran Tuhan di dalam diri setiap orang dan memilih untuk mengambil bagian dalam pelayanan nyata bagi kaum miskin dengan menggunakan tangan mereka untuk melayani dan menyerahkan hati mereka untuk mencintai.

Pekerjaan KKIT adalah Karya Cinta Kasih, pekerjaan yang tidak menonjol, tidak sensasional, tidak melakukan proyek yang besar-besar, tidak bisa dinilai dengan uang. Ibu Teresa berulangkali menggarisbawahi bahwa KKIT adalah pembawa cinta kasih Kristus. Nilai yang penting bukan banyaknya atau besarnya karya kita, tetapi banyaknya cinta yang kita berikan pada pekerjaan itu.

Bentuk kepedulian dari salah seorang penggiat KKIT melihat jumlah yang terus bertambah dari lansia miskin, sakit, tidak terawat, yang dijumpainya di sekitar area Gedangan. Serta berkat kerjasama dengan paroki Gedangan maka didirikan Wisma Rela Bhakti dengan motto “Berikanlah tanganmu untuk melayani dan berikanlah hatimu untuk mencintai” pada tanggal 19 Maret 1992, bertepatan dengan pesta nama St. Yusuf yang berlokasi di Genuk Indah tepatnya di Jl. Padi Utara VIII no. 23 dan setelah kontrak habis, pindah ke No.114 Semarang dengan jumlah lansia yang dirawat saat itu 12 orang.

Meneladan semangat Ibu Teresa yaitu “Do Small Things with Great Love“  wisma ini akhirnya berkembang dengan didirikannya lagi wisma baru yang berlokasi di Jl. Ronggowasito no.12 Semarang dengan jumlah lansia yang dirawat saat ini adalah  22 orang, sedangkan yang di Genuk bertambah menjadi 17 lansia. Asal daerah lansia yang dirawat di wisma Rela Bhakti lebih beragam, yang semula hanya berasal dari sekitar area Gedangan, saat ini ada yang berasal dari Boyolali, Kalasan, Kudus, Solo dan Sidoarjo Jawa Timur.

Facebook
Twitter

Kabar lain