INDONESIA MAJU

SURAT GEMBALA
75 TAHUN KEMERDEKAAN INDONESIA
USKUP AGUNG KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG
Dibacakan tanggal 17 Agustus 2020

INDONESIA MAJU

“Bangga Buatan Indonesia”

Saudari-Saudara, umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang yang terkasih. Berkah Dalem. Saya berharap Anda semua dalam keadaan sehat dan bahagia.

Tanggal 17 Agustus ini kita memperingati dan merayakan Pesta Intan atau 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Tema perayaan yang ditetapkan Pemerintah adalah “Indonesia Maju” ditambah slogan “Bangga Buatan Indonesia”.

Tema “Indonesia Maju” ini dimaksudkan untuk menghadirkan atau merepresentasikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Suatu simbolisasi dari Indonesia yang mampu untuk memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Bangsa dan negara yang maju memaknai kemerdekaan bukan sekadar sebagai kata melainkan kesempatan. Kesempatan untuk bermimpi hingga jadi nyata dan kesempatan untuk berkarya tanpa batas. Karena itu melalui tema “Indonesia Maju” ini mau ditegaskan bahwa inilah saatnya kita – masyarakat Indonesia – memfokuskan diri kepada hal yang benar-benar penting dalam menyatukan keberagaman melalui kolaborasi untuk memperkenalkan jati diri bangsa Indonesia.

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Perayaan kemerdekaan bangsa saat ini kita peringati dalam suasana keprihatinan akibat dari wabah virus corona atau pandemi Covid-19. Pandemi ini telah menjadikan gerak kita sangat terbatas. Namun demikian kita tidak boleh menyerah. Sebaliknya kita diajak untuk terus secara nyata membangun kerjasama dan meningkatkan solidaritas dan kepedulian satu terhadap yang lain, agar kita dapat menghadapi dan mengatasi dampak pandemi ini dengan cepat dan tepat.

Bacaan kedua dari Surat Pertama Rasul Petrus (1Ptr 2,13-17) menegaskan bahwa kita adalah orang-orang merdeka yang hendaknya juga memaknai kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk bergotong-royong dan saling membantu dalam menghadapi pelbagai kesulitan dalam masyarakat. Hendaknya kita menghormati semua orang, mengasihi saudara-saudari kita sebangsa dan setanah-air dalam takut akan Tuhan.

Sedikit tentang “Bangga Buatan Indonesia”, saya mengajak Anda untuk memaknainya secara lebih luas. Bukan sekadar bangga akan produk-produk barang buatan Indonesia, tetapi juga bangga akan buah-buah pemikiran dan inovasi anak bangsa, serta bangga akan generasi muda kita. Mereka adalah masa kini dan masa depan bangsa. Salah satu hal yang sangat penting ketika kita berkata “mari kita cintai Indonesia” adalah kita cintai dan kembangkan anak-anak, para remaja dan kaum muda kita agar menjadi pribadi-pribadi yang sungguh militan dan memiliki kebanggaan terhadap bangsanya. Merekalah yang kita harapkan menjadi pelaku-pelaku transformasi bangsa menuju Indonesia maju.

Mungkin kita bertanya “kapan sebuah negara dapat dikatakan maju”. Belajar dari Injil dan Bacaan I hari ini, suatu negara dapat dinyatakan maju:

  • Pertama, kalau warga masyarakatnya dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab melaksanakan kewajibannya, baik sebagai warga negara maupun sebagai orang beriman (Matius 22,15-21); dan
  • Kedua, kalau pemerintahnya memimpin dengan bijaksana, hingga mampu menjamin ketertiban dan kesejahteraan rakyatnya (Kitab Putra Sirakh 10,1-8).

Saudara-saudariku yang terkasih,

Mengakhiri Surat Gembala dalam rangka memperingati 75 tahun Indonesia merdeka ini, secara khusus saya ingin mendoakan Anda semua yang saat ini sedang letih lesu dan berbeban berat, terutama karena dampak pandemi ini. Saya juga berdoa khusus bagi Anda yang sakit, berkekurangan, dan harus menanggung beban kehidupan yang berat. Allah yang penuh belas kasih senantiasa menyertai, meneguhkan, menguatkan, dan memberikan penghiburan kepada Anda semua.

Tak lupa saya juga mengajak Anda semua untuk tak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan agar kita segera terbebaskan dari wabah virus Corona ini. Semoga upaya untuk menemukan vaksin segera berhasil dan kondisi hidup seluruh bangsa manusia dipulihkan kembali. Kita juga berdoa untuk bangsa Indonesia agar dianugerahi semangat persatuan, persaudaraan dan kerukunan di atas dasar Pancasila dan UUD 1945, serta dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita berdoa untuk para pemimpin bangsa, khususnya Presiden dan Wakil Presiden serta jajaran Kabinet Indonesia Maju, agar senantiasa diberi kebijaksanaan dalam memimpin bangsa ini.

Akhirnya, mari kita pekikkan salam kebangsaan kita: Merdeka! Merdeka! Merdeka! Maju dan jayalah Indonesia. Berkah Dalem.

 

Semarang, 1 Agustus 2020

Peringatan Santa Alfonsus Maria de Liguori

 

 

Mgr. Robertus Rubiyatmoko

Uskup Keuskupan Agung Semarang

Facebook
Google+
Twitter