Ibadat Ekumene Pekan Doa Sedunia 2024 Kevikepan Semarang

Twitter
WhatsApp
Email

Semarang – Pekan Doa Sedunia (PDS) tahun 2024 di Kevikepan Semarang dilaksanakan pada tanggal 18-26 Januari 2024 dengan Tema  “Kasihilah Tuhan, Allahmu… dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Luk 10:27). Pekan Doa Sedunia ini dibuka pada tanggal 18 Januari 2024 di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Tanah Mas Semarang. PDS dibuka oleh Romo Vikep Semarang Romo F.X. Sugiyana, Pr. didampingi Romo Ambrosius Heri Krismawanto, Pr. Pembukaan dilangsungkan dengan meriah dihadiri oleh berbagai umat Katolik dan umat Kristen Protestan dari beberapa denominasi. Beberapa tahun ini Pekan Doa Sedunia telah melibatkan kerjasama Ibadat Ekumene antara Komisi Hubungan antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Kevikepan Semarang dengan Persekutuan Gereja-Gereja Kristen Kota Semarang (PGKS). Biasanya hadir beberapa Romo Paroki dan beberapa pendeta-pendeta di seputar Kota Semarang beserta umat sekitar yang tekun mengikutinya.

Suasana PDS di Gereja Gedangan (dok. Komsos Kev Smg)

Pada PDS kedua, tanggal 19 Januari 2024, kegiatan diselenggarakan di Gereja Katolik Santo Yusup Gedangan. Walaupun kehadiran umat tidak sebanyak pada pembuka, namun kegiatan tetap diikuti berbagai umat baik Kristen maupun Katolik dari beberapa gereja-gereja sekitar yang disambut oleh tuan rumahnya Romo Benedictus Cahyo Christanto, SJ. Dalam setiap kesempatan, Bapak Pendeta Rahmat Paska Rajagukguk selaku Ketua PGKS periode 2023-2028 senantiasa hadir untuk memenuhi undangan, termasuk Bapak Pendeta Wipro Pradipto sebagai perintis gerakan PDS ini serta Bapak Pendeta Sedyoko.

PDS ketiga, tanggal 22 Januari 2024, berlanjut di Gereja GPIB Filadelfia Wonodri. Di Gereja GPIB Filadelfia Wonodri juga melibatkan berbagai umat Kristen Protestan dari beberapa denominasi. Bahkan biasanya di setiap Ibadat Ekumene PDS ini, para Romo dan pendeta bergantian memimpin doa dan homili. Pada setiap selesai ibadat ekumene PDS ini, masing-masing Gereja tuan rumah, baik yang Katolik maupun yang Kristen senantiasa menggelar acara ramah tamah bersama bagi seluruh umat yang hadir.

Para Frater TOR Jangli yang turut hadir pada PDS keempat (dok. Komsos Kev Smg)

PDS keempat, tanggal 23 Januari 2024, dilangsungkan di Gereja Katolik Materdei Lampersari. Di Gereja Katolik Materdei Lampersari ini dihadiri juga oleh para frater dari TOR Jangli. Beberapa Romo juga masih setia menemani diantaranya Romo E. Didik Chahyono Widyatama SJ selaku Ketua Komisi HAK, Romo Ignatius Triatmoko MSF, beserta Romo tuan rumah Romo F.X. Endra Wijayanta, Pr. dan Romo Y. Agus Purwadi, Pr. Dalam kesempatan PDS keempat ini, umat dari beberapa gereja Katolik dan Gereja Kristen juga masih senantiasa hadir. Bahkan, dalam salah satu kesempatan ada penampilan paduan suara laki-laki dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kertanegara.

PDS kelima, tanggal 24 Januari 2024 Ibadat Ekumene dilangsungkan di Gereja Kristus Raja Ungaran. Dalam kesempatan itu juga dihadiri cukup banyak pendeta dari berbagai wilayah serta disambut tuan rumah Romo Marcellinus Tanto, Pr.  Patut diketahui bahwa PDS di  Gereja Kristus Raja Ungaran sudah menjadi kegiatan rutin tahunan yang senantiasa dihadiri oleh berbagai kalangan terutama dari para Pendeta Kristen Protestan sekitar Kabupaten Semarang.

PDS keenam, dilaksanakan tanggal 25 Januari 2024 dengan ibadat ekumene yang dilangsungkan di Gereja Katolik Santo Petrus Krisologus Bukit Semarang Baru. Dalam kesempatan PDS keenam ini, hadir dari beberapa pendeta sekitar diantaranya Pendeta Novian GBI Wonorejo, Pendeta Debora GPDI Lembah Pujian, Pendeta Agustinus IFGF dan Pendeta Wahyu JKI M3. Pada PDS keenam ini Romo Antonius Banu Kurnianto, Pr. menyambut sebagai tuan rumah.

Penutupan PDS di Gereja HKBP Kertanegara (dok. Komsos Kev Smg)

PDS ketujuh, dilaksanakan tanggal 26 Januari 2024 sebagai puncak dan penutupan yang digelar dengan cukup meriah di Gereja HKBP Kertanegara dengan alamat Jalan Kertanegara Selatan No. 1, Pleburan.  Dalam penutupan ini, Romo Vikep Semarang Romo F.X. Sugiyana, Pr. didampingi Bapak Pendeta J. Simanjutak menutupnya dengan menegaskan kembali pesan kesatuan bagi gereja-gereja Kristen di dunia dan doa bagi perdamaian serta permasalahan dunia saat ini. Refleksinya mengeksplorasi bagaimana kita menemukan identitas bersama dalam pengalaman kasih Tuhan. Konteks yang telah dibawa dari Burkina Faso ini mengajak perlunya menempatkan cinta sebagai pusat upaya perdamaian dan rekonsiliasi. PDS ini memang berawal sejak lebih dari 100 tahun yang lalu, sebagai gerakan doa khusus yang telah ditetapkan dan dipersiapkan bersama sejak tahun 1966, setelah Konsili Vatikan Kedua, oleh Gereja Katolik Roma dan Komisi untuk Kesatuan Umat Kristiani.

Harapannya, gelar PDS ini dapat mengajak umat Katolik dan Kristen sekitar Kota Semarang mengembangkan gerak persaudaraan ekumenis. Komisi HAK Kevikepan Semarang meneruskan tradisi PDS ini, tidak hanya sekedar pekan doa melainkan juga dikembangkan dalam acara kegiata kumpul remaja ekumene dan pertemuan ekumene yang lain. (Pur)