BKL Hari 24: Ekaristi dan Devosi

Di Keuskupan Agung Semarang, terdapat banyak tempat ziarah Gua Maria dan Taman Doa. Tempat-tempat ziarah tersebut hampir tidak pernah sepi karena banyak umat yang datang dan berdoa. Umat yang berziarah memberi kesaksian bahwa ketika berdoa di tempat-tempat ziarah tersebut, hati menjadi tenang dan jiwa kembali disegarkan. Tentunya ini menjadi sesuatu yang disyukuri.

Kalau kita perhatikan, di semua tempat ziarah gua Maria terdapat tempat bagi umat untuk dapat merayakan Ekaristi. Sebagian tempat ziarah bahkan juga memiliki kapel adorasi. Di papan pengumuman tempat ziarah selalu dipasang jadwal perayaan Ekaristi di tempat itu. Rombongan peziarah yang datang kadang juga mencari imam yang bisa memimpin perayaan Ekaristi bersama dengan mereka. Praktek semacam ini sangatlah baik. Devosi kepada Bunda Maria dengan rosario dan doa-doa yang lain tidak dilepaskan dari pokok perayaan iman kita yaitu Ekaristi.

Sebagaimana semua ibadat dan perayaan liturgi berpuncak dalam Ekaristi, demikian pula devosi-devosi yang ditekuni oleh umat. Devosi-devosi tersebut dapat dikatakan mengalir dari Ekaristi dan pada gilirannya juga akan kembali ke Ekaristi. Misteri iman yang dirayakan dalam Ekaristi tidak berhenti dengan berakhirnya perayaan Ekaristi namun terus didalami dan dihayati dalam berbagai bentuk devosi yang kita buat. Contohnya saja dalam doa rosario. Bukankah peristiwa-peristiwa yang direnungkan dalam rosario merupakan peristiwa-peristiwa iman yang kita dengar dan kita rayakan dalam Ekaristi! Dengan demikian devosi-devosi yang kita tekuni memperdalam dan sekaligus mempersiapkan diri kita untuk semakin mampu menghayati perayaan Ekaristi.

Facebook
Google+
Twitter