Bahan Pertemuan APP IV 2020 – Mencari dan Menyelamatkan

PERTEMUAN IV
MENCARI DAN MENYELAMATKAN

Sasaran Pertemuan
Melalui pertemuan ini, seluruh umat diajak untuk bersyukur atas aneka macam gerakan/kegiatan amal kasih yang selama ini telah diwujudkan. Agar karya amal kasih yang diwujudkan tersebut semakin tepat sasaran, dalam pertemuan ini, umat diajak untuk membantu litbang paroki maupun tim-tim kerja di bawah bidang Pelayanan Kemasyarakatan dalam menyajikan data KLMTD di lingkungan masing-masing. Lewat hal yang sederhana ini, seluruh umat diajak untuk mencari dan menyelamatkan agar karya amal kasih semakin berdampak bagi mereka yang termasuk dalam KLMTD.

Lagu Pembuka

Tanda Salib dan Salam
P : Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus
U : Amin
P : Rahmat Tuhan Kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus, beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar
Bapak-ibu dan saudara-saudari yang terkasih,
Gerakan APP yang dilaksanakan setiap masa prapaskah memiliki dua aspek penting, yakni gerakan pertobatan dan belarasa. Kita patut bersyukur bahwa melalui gerakan APP yang dilaksanakan setiap tahun, banyak umat terlibat dalam mewujudkan karya amal kasih Gereja, misalnya dengan terlibat dalam kegiatan-kegiatan karitatif bagi saudari-saudara kita yang berkekurangan. Berkaitan dengan karya amal kasih ini, kita juga patut bersyukur sebab dengan semangat dan motto pelayanan bapak Uskup kita, Mgr. Robertus Rubyatmoko, umat Keuskupan Agung Semarang diajak untuk lebih berani dan bersemangat mencari dan menyelamatkan (quarere et salvum facere). Dalam pertemuan keempat ini, kita akan melibatkan diri dengan cara yang sederhana,yakni mengenali saudari-saudara kita yang membutuhkan dan memberikan data yang kurang lebih akurat mengenai kondisi dan kebutuhan saudari-saudara kita yang termasuk KLMTD. Kita boleh berharap, dengan data yang kita berikan dengan ketulusan dan pengenalan yang lebih dalam, karya amal kasih Gereja semakin dapat tepat sasaran kepada mereka yang sungguh membutuhkan.

Seruan Tobat
P Bapak-ibu, saudari-saudara yang terkasih,
Marilah kita awali pertemuan ini dengan menyadari dan menyesali dosa-dosa dan kerapuhan kita di hadapan Tuhan dan sesama, terutama kerapuhan yang sering membutakan hati kita untuk peduli pada sesama.

P+ U Saya mengaku …….

P Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U Amin.

Doa Pembuka
Marilah kita berdoa (bersama-sama),
Allah Bapa yang penuh belaskasih, Allah, kobarkanlah hati kami dengan kasihMu agar kami dapat belajar semakin peduli, tidak menutup diri, dan buta akan penderitaan saudari-saudara yang ada di sekitar kami. Semoga dengan belajar merengkuh dan nggemateni saudara-saudari kami yang berkesusahan, kami dapat memandang wajahMu dan melayani Engkau dengan penuh belas kasih. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami, yang bersama Dikau dan Roh Kudus, berkuasa, Allah, kini dan sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Kitab Suci
Pemandu dapat membacakan atau menunjuk salah satu umat yang hadir atau mengajak umat untuk bergiliran membacakan perikop Kitab Suci berikut.

Inilah Injil suci menurut santo Lukas (Luk. 15:1-7)

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Pendalaman Katekese
Dalam kesempatan ini, Pemandu menyampaikan beberapa gagasan pokok permenungan yang digali dari Kitab Suci yang baru saja dibacakan.

• Injil Lukas menceritakan bahwa Yesus dikelilingi oleh pemungut-pemungut cukai dan “orang-orang berdosa” yang datang untuk mendengarkan Dia. Yesus ingin membawa warta keselamatan bagi semua orang, terlebih bagi mereka yang berdosa. Melalui perumpaan ini, Lukas ingin menyampaikan permenungannya, yakni bahwa Allah sungguh tertarik di dalam keselamatan orang-orang berdosa. Sebagai seorang gembala, Dia mencari orang yang tidak dapat berbuat apapun juga bagi dirinya sendiri. Allahlah yang pergi kepada manusia, bukan manusia yang datang kepada Allah. Dalam hal ini, Allah menemukan manusia yang ter hilang di dalam dosa. Ketika Allah menemukan dia, surga bersukacita. Tentu saja, ada sukacita atas mereka yang melakukan kehendak Allah, tetapi ketika seorang berdosa berbalik kepada Allah dalam pertobatan dan iman, inilah saat untuk merayakannya bersama-sama. Anak Allah yang ter hilang telah ditemukan.
• Sebagai murid-murid Kristus, kita semua diutus untuk mewartakan keselamatan Tuhan. Seperti gembala yang mencari dan menemukan domba yang hilang, kita diutus untuk mencari dan menemukan saudara-saudari kita yang membutuhkan. Semoga dalam masa prapaskah ini, kita dapat belajar untuk mengikis penyakit ketidakpedulian terhadap situasi dan pribadi saudari-saudara kita yang menuntut rasa kemanusiaan kita. Semoga kita sebagai para pengikut Kristus, dapat belajar untuk semakin peka dan berbelarasa dengan sesama, memiliki ketajaman nurani untuk peduli dan tergerak mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan.

FGD (forum group discussion)
(Pemandu dapat membimbing umat untuk masuk dalam diskusi, merumuskan data keluarga pra sejahtera (KLMTD) di lingkungan masing-masing)
Bahan Diskusi
1. Pemandu dapat membimbing umat untuk merumuskan kriteria yang akan digunakan untuk menentukan siapa saja yang termasuk dalam keluarga pra sejahtera (KLMTD). sebagai bantuan, berikut adalah beberapa kriteria yang digunakan dalam Pendataan Sosial Ekonomi Penduduk tahun 2005. Adapun kriteria sebuah keluarga termasuk dalam kategori keluarga mikin/pra sejahtera apabila:
a. luas lantai bangunan tempat tinggalnya kurang dari 8 m2 per orang;
b. lantai bangunan tempat tinggalnya terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan;
c. dinding bangunan tempat tinggalnya terbuat dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah atau tembok tanpa diplester;
d. tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama rumah tangga lain menggunakan satu jamban;
e. sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik;
f. air minum berasal dari sumur/mata air yang tidak terlindung/sungai/air hujan;
g. bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah;
h. hanya mengonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu;
i. hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun;
j. hanya mampu makan satu kali dalam sehari;
k. tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/poliklinik;
l. sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah: petani dengan luas lahan 0,5 ha, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan di bawah Rp600.000 per bulan;
m. pendidikan terakhir kepala rumah tangga: tidak sekolah/tidak tamat sekolah dasar (SD)/hanya SD; dan
n. tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai minimal Rp500.000 seperti sepeda motor (kredit/nonkredit), emas, hewan ternak, kapal motor ataupun barang modal lainnya
2. Adakah di antara umat lingkungan anda yang memenuhi kriteria tersebut? Apa bila ada, tulislah dalam format berikut:

Daftar Keluarga Pra Sejahtera yang perlu dibantu

No     Nama Kepala Rumah Tangga          Anggota keluarga         Jenis Kelamin           Usia            Alamat               Jenis Kesulitan yang mendesak perlu dibantu

Perutusan
Setelah pertemuan IV ini, Pemandu membagi umat dalam kelompok kecil (minimal dua orang) sejumlah data keluarga pra-sejahtera hasil diskusi bersama. Selanjutnya, masing-masing kelompok kecil tersebut dalam kurun waktu 1 minggu ini, diutus untuk mengunjungi dan memberi perhatian kepada keluarga-keluarga yang masuk dalam daftar hasil FGD. Satu kelompok mengunjungi satu keluarga. Selain itu, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk memastikan bahwa keluarga yang dikunjungi adalah benar-benar keluarga yang selanjutnya layak untuk mendapat perhatian karya amal kasih Gereja. Hasil kunjungan akan dilaporkan dalam pertemuan V.

Doa Penutup
Marilah kita berdoa (bersama-sama),
Ya Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur atas limpah berkat kasihMu. Bantulah kami untuk sanggup memikul tanggung jawab sosial kami, terutama agar kami semakin peduli dan mau berbelaraasa bagi siapa pun yang membutuhkan perhatian dan pertolongan. Bantulah kami untuk senantiasa mensyukuri perutusanMu ini agar hidup kami dapat menjadi saluran rahmat keselamatanMu, menjadi berkat bagi siapa saja dan apa saja. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.

Lagu Penutup

Facebook
Google+
Twitter