Ada Makam di dalam Gereja Atmodirono (?)

Twitter
WhatsApp
Email

Atmodirono – Perayaan Tri Hari Suci di Gereja Keluarga Kudus Atmodirono Semarang tahun 2024 diperkaya dengan hadirnya ‘Makam’ di sudut kanan depan dalam gereja. Makam Yesus ini tak sekadar dekorasi atau pajangan semata. Kehadirannya turut membantu penghayatan umat dalam mengungkapkan imannya.

Menariknya, ide dan eksekutor dekorasi makam Yesus ini adalah Muda-mudi Katolik atau Mudika (OMK zaman dulu) tahun 90-an bersama dengan OMK Atmodirono zaman now.

Menurut Panitia Paskah sie Dekorasi, Jatmiko, ide makam Yesus berawal dari obrolan grup WA Mudika Atmo 90an yang merindukan untuk membangun makam Yesus sebagai dekorasi Perayaan Tri Hari Suci, sekaligus sebagai sarana agar lebih mudah dalam menggambarkan sengsara, wafat, dan kebangkitan Tuhan Yesus.

Ide ini sekaligus menghadirkan kenangan sekitar 20 tahun yang lalu, ketika Mudika Atmodirono bersama alm. Bapak Sam Aditya yang mencetuskan ide ini.  Akhirnya di Paskah 2024 bersama dengan OMK zaman now, mereka bekerjasama mempersembahkan yang terbaik untuk umat Paroki Atmodirono,” ucapnya.

Selanjutnya karena  Romo dan Dewan Harian mengangkat ide dekorasi ini untuk lebih mengguyubkan OMK, maka Mudika 90-an dan OMK bekerjasama untuk saling membuat konsep dan dilanjutkan dengan proses pengerjaan sampai jadi. Semuanya ada 15 orang yang mengerjakannya,” ucap Jatmiko.

Pengerjaan panggung dan desain gua makam Yesus ini sudah dicicil mulai Februari lalu. Dan karena kebanyakan personil sudah bekerja, maka pembuatannya dilakukan setiap Sabtu dan Minggu, antara pukul 11.00 – 16.00.

Dekorasi Kamis Putih, Yesus berdoa di taman Getsmani (dok Komsos Atmo)

Mendekati Tri Hari Suci pengerjaan dibantu teman-teman OMK dimulai malam hari pukul 21.00 sampai sekitar 02.00 dini hari. Khusus untuk pemasangan salib desain Jumat Agung pengerjaan efektif mulai pukul 00.00 dini hari setelah selesai tuguran. Dan selesai pengerjaan pukul 03.30 dini hari,” tandasnya.

Dekorasi saat Ibadat Jumat Agung, Yesus disalibkan (dok Komsos Atmo)

Untuk dekorasi pada Kamis Putih ditampilkan Yesus yang berdoa di taman Getsemani. Pada Jumat Agung dihadirkan Salib di Bukit Golgota. Sedangkan makam Yesus yang terbuka, ditampilkan pada perayaan Sabtu Cahaya.

Dekorasi makam Yesus ini  berbahan baku kayu, bambu, kertas semen,  dan beberapa barang yang sudah ada di Gereja,  serta didukung lampu-lampu yang membuat suasana makam lebih hidup.

Pengerjaannya menelan biaya 8 juta rupiah. Tak ada kendala yang berarti dalam pengerjaan makam Yesus ini. “Kendalanya hanyalah sebatas penyesuaian waktu saat pengerjaan,” tandas Jatmiko.

Sementara itu Romo Paroki Atmodirono, Romo Yusuf Sunarno MSF menyambut gembira atas kreativitas orang-orang muda di Paroki Atmodirono. Kiranya ini bisa menjadi ajang untuk menampilkan potensi-potensi orang-orang muda yang mempunyai jiwa seni yang tinggi. “Selain itu dengan ditampilkannya dekorasi makam Yesus ini umat diharapkan dapat terbantu dalam menghayati perayaan-perayaan di Tri Hari Suci,” tandasnya. (BD Elwin J)