logokas2

Finally I Meet You

Setelah sekitar 2 tahun lebih, akhirnya ada kesempatan untuk bertemu lagi. Akhirnya bisa bertemu lagi, Finally I Meet You. Itulah yang menjadi tema kegembiraan perjumpaan anak-anak PIA-PIR Se-Kevikepan Yogyakarta Barat yang diberi nama Srawung Budaya Anak Misioner Kevikepan Yogyakarta Barat. Suasana kegembiraan perjumpaan itulah yang mewarnai perjumpaan 1145 anak-anak PIA PIR se-Kevikepan Yogyakarta barat. Dengan atribut dan kehebohan masing-masing, setiap paroki dan stasi menampilkan kegembiraan dan keceriaan anak-anak. Identitas masing-masing komunitas dan kelompok menjadi penanda ini dari paroki atau stasi mana mereka berasal.

Pada hari Minggu, 30 Oktober 2022, Komisi Karya Misioner Kevikepan Yogya Barat mengadakan acara di Gedung Serba Guna Pemda Sleman. Anak-anak dari 20 paroki dan 2 stasi yang ada di Kevikepan Yogyakarta Barat bertemu dan bergembira bersama. Masing-masing Paroki dan Stasi mengirimkan 50 anak.

Kedua MC, mas Bejo dan Mbak Cila membawa kegembiraan dan keceriaan anak-anak semakin kentara dengan canda dan guyon mereka. Tawa dan celotek anak-anak mengajak setiap pendamping dan siapapun yang hadir larut dalam kegembiraan itu.

Mbak Yolenta, ketua Panita Srawung dan Tim Acara, mbak Fani dan Astri mengajak setiap anak untuk menangkap pesan yang ditawarkan. Acara ini terbagi menjadi empat bagian besar, bagian pertama adalah kegembiraan perjumpaan setelah dalam masa pandemi selama kurang lebih dua tahun tidak ada perjumpaan besar di antara anak-anak PIA-PIR Se-kevikepan Yogayakarta. Pak Sulist dan Mbak Anis mengajak anak-anak menyanyikan beberapa lagu anak-anak yang sering dinyanyikan dalam sekolah minggu.

Bagian kedua adalah anak-anak diajak untuk bangga, bersyukur atas keanekaragaman panggilan hidup dalam Gereja. Setiap paroki diminta untuk mengirimkan 2 orang yang menjadi ikon berbagai macam profesi dan panggilan hidup yang ada di dalam masyarakat dan Gereja. Ada yang mengenakan kostum sebagai imam, biarawan-biarawati, Guru, Tentara-Polisi, arsitek, koki, barista, artis-selebritis-entertainer, Petani, Bapak-Ibu Rumah Tangga, dll. Berbagai macam tampilan kostum dan ekspresi anak-anak seringkali memunculkan tanggapan tawa dan seruan “cie-cie” dari anak-anak yang lain.

Bagian ketiga adalah anak-anak diajak untuk mengenali dan mencintai berbagai keanekaragaman budaya yang ada di tengah masyarakat Yogyakarta. Ada penampilan budaya, jathilan dan tari kolosal. Tari Jathilan  ditampilkan oleh anak-anak SD Kanisius Duwet dan Tari Kolosal  ditampilkan oleh anak-anak PIA-PIR Paroki St. Maria Tak Bercela Nanggulan.

Bagian keempat adalah membuat kerajinan wayang kertas. Gambar wayang yang digunting, dirangkai ini bukan tokoh wayang seperti Werkudara, Semar, dan lain-lain tetapi adalah tokoh Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Anak-anak menggunting dan merangkai gambar tersebut dan kemudian menggerak-gerakkanya seperti dalang memainkan wayang.

Acara ini ditutup dengan flashmob bersama-sama. Dengan lagu-lagu tradisional yang dianimasi oleh Angel, Lintang, Flori dan pendamping lain; seluruh anak dan pendamping berjoged bersama mengikuti animasi gerakan para anomator-animatris di panggung.

Ketua KKM Yogyakarta Barat, Rm. Flo Hartanta, Pr menyimpulkan tema dan kegiatan perjumpaan ini dengan mengajak nyanyi bersama dengan syair, “Aku dan kamu satu. Bawa cinta dan damai. Kita semua saudara. Dalam Satu Gereja.”Vikep Yogyakarta Barat, RM. Yudono Suwondo, Pr; menutup acara ini dengan doa dan berkat.

Facebook
Twitter

Kabar lain

Baby Vampy: HEMAT ENERGI

Hemat energi?? apakah itu?? Yuk belajar bagaimana hemat energi dalam keseharian kita bersama Vampy – vampir yang baik hati dan juga Baddy – vampir usil yang selalu ganguin Vampy.

CINTAMU MEMATRI PILIHANKU: Kita Jalani Bersama

Keluarga adalah Gereja terkecil, Setiap orang tua mempunyai tanggung jawab yang begitu besar untuk membawa anak-anaknya untuk beriman. Tidak terkecuali Orang tua Evan yang selalu beriman dalam keluarga. Namun sang ayah merasa ada yang berubah dari dalam diri Evan.

KARINA KAS: Respon Gempa Cianjur

Yayasan KARINAKAS berupaya hadir memberikan sapaan dan bantuan bagi mereka yang terdampak pada peristiwa gempa di Cianjur. Meskipun terkendala medan yang sulit dan jalan yang sangat padat, Gereja berupaya hadir memberikan bantuan tanpa memandang susahnya medan yang dijangkau.

Ngobrolin Suami ‘MUNTABER’ Mundur Tanpa Berita

Berdasarkan Assessment yang dilakukan kepada beberapa komunitas sekolah dan anak muda gereja mengenai pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan, ditemukan setiap anak pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan di lingkungan sekitar mereka.