logokas2

Semakin Bersaudara di Tengah Badai

Setiap tanggal 18-25 Januari, kita mengadakan peringatan Pekan Doa untuk Kesatuan Umat Kristiani. Setiap tahun, Dewan Kepausan untuk Memajukan Persatuan Kristiani dan Komisi Iman dan Ketertiban Dewan Gereja-Gereja Dunia, menyiapkan bahan. Tema yang diambil adalah “Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Meski pangkal refleksi adalah situasi di Timur Tengah, tetapi dalam tingkat yang berbeda permasalahan yang mirip kita alami. Di Timur Tengah hak asasi manusia biasa diinjak-injak oleh kepentingan politik dan ekonomi yang tidak adil, dan juga sedang mengalami krisis kesehatan internasional. Di Keuskupan kita, meski dalam taraf yang berbeda, krisis kemanusiaan juga sedang terjadi. Permasalahan Covid 19 belum mencapai kejelasan dan akibat-akibatnya menjadi bagian dari kehidupan bersama kita.

Bersama-sama kita mengalami kegelapan, tetapi kita pelan-pelan melihat terang pengharapan. Kegelapan tidak pernah sungguh-sungguh menguasai diri kita karena di dalam situasi yang tidak mudahpun, kita masih dipenuhi dengan keyakinan bahwa Tuhan hadir dalam kehidupan kita. Keyakinan itu menjadi nampak ketika kita melihat pertolongan datang dari mana-mana. Pengorbanan para tenaga kesehatan, upaya tiada henti dari pemerintah, gerakan belarasa yang muncul di mana-mana menjadi tanda bahwa Allah hadir. Dalam peristiwa kehadiran tiga majus di kandang Betlehem, hal yang sama terjadi. Yusuf dan Maria yang sedang mengalami situasi sunyi sepi dan tidak pasti, kembali dipenuhi dengan pengaharapan karena banyak orang menyaksikan kemuliaan yang nyata dalam diri Sang Bayi Kudus.

Rasanya Pekan Doa untuk Kesatuan Umat Kristiani tahun ini bisa menjadi momentum kesadaran bersama sebagai sesama umat yang percaya kepada Kristus dan mengalami kebaikan-Nya. Doa-doa dan perjumpaan dengan yang lain diharapkan bisa menjadi kesempatan untuk sekali lagi memantapkan iman kita. Kita semua yang masih diberi kesempatan untuk menghirup nafas diajak untuk saling menemani dan meneguhkan kala ada yang mengalami hilangnya harapan.

Selamat memasuki Pekan Doa untuk Kesatuan Umat Kristiani. Semoga Allah menganugerahkan sukacita dalam perjumpaan-perjumpaan ekumenis yang kita adakan. Marilah kita gelorakan bahwa penderitaan dan aneka kesulitan tidak pernah menghancurkan kita, tetapi menguatkan langkah untuk, “Semakin Bersaudara di Tengah Badai.” Berkah Dalem.

Rm. Martinus Joko Lelono, Pr

Koordinator Ketua-ketua Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang

 

Jadwal Untuk Ibadah pekan Doa Sedunia di Keuskupan Agung Semarang adalah sebagai Berikut:

  • Kevikepan Kedu
    • Rayon Selatan, Kamis, 20 Januari 2022 Pkl. 17.00 WIB di GKJ Muntilan.
    • Rayon Utara, Jumat, 20 Januari 2022 Pkl. 17.00 WIB di GKJ Temanggung.
    • Rayon Tengah, Selasa, 25 Januari 2022 Pkl. 17.00 WIB di GKJ Plengkung Magelang.
  • Kevikepan Yogyakarta Timur
    • Selasa, 25 Januari 2022 Pkl. 17.30 WIB di Gereja St. Antonius Kotabaru, Yogyakarta.
  • Kevikepan Yogyakarta Barat
    • Selasa, 1 Februari 2022 Pkl. 10.00 WIB di Gereja St. Maria Asumpta Gamping.
  • Kevikepan Surakarta
    • Selasa, 18 Januari 2022 Pkl. 18.00 WIB di Gereja St. Maria Assumpta, Cawas.
  • Kevikepan Semarang
    • Selasa, 18 Januari 2022 Pkl. 18.00 WIB di Gereja GKI Gereformed Semarang
    • Selasa, 25 Januari 2022 Pkl. 18.00 WIB di Gereja St Ignatius Krapyak Semarang.

 

Bahan renungan versi PDF dapat diunduh di sini:

Facebook
Twitter

Kabar lain

Baby Vampy: HEMAT ENERGI

Hemat energi?? apakah itu?? Yuk belajar bagaimana hemat energi dalam keseharian kita bersama Vampy – vampir yang baik hati dan juga Baddy – vampir usil yang selalu ganguin Vampy.

CINTAMU MEMATRI PILIHANKU: Kita Jalani Bersama

Keluarga adalah Gereja terkecil, Setiap orang tua mempunyai tanggung jawab yang begitu besar untuk membawa anak-anaknya untuk beriman. Tidak terkecuali Orang tua Evan yang selalu beriman dalam keluarga. Namun sang ayah merasa ada yang berubah dari dalam diri Evan.

KARINA KAS: Respon Gempa Cianjur

Yayasan KARINAKAS berupaya hadir memberikan sapaan dan bantuan bagi mereka yang terdampak pada peristiwa gempa di Cianjur. Meskipun terkendala medan yang sulit dan jalan yang sangat padat, Gereja berupaya hadir memberikan bantuan tanpa memandang susahnya medan yang dijangkau.

Ngobrolin Suami ‘MUNTABER’ Mundur Tanpa Berita

Berdasarkan Assessment yang dilakukan kepada beberapa komunitas sekolah dan anak muda gereja mengenai pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan, ditemukan setiap anak pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan di lingkungan sekitar mereka.