logokas2

Sakramen Pengurapan Orang Sakit di Masa Pandemi Covid-19

Sakramen Pengurapan Orang Sakit di Masa Pandemi Covid-19

“Rama, terima kasih banyak karena sudah memberikan pelayanan minyak suci untuk bapak saya di rumah sakit. Bapak kini telah berbahagia di surga, Rama,” demikian ungkap seorang umat. Bagi kita umat Katolik, Sakramen Pengurapan Orang Sakit atau pelayanan minyak suci mempunyai makna yang sangat mendalam. Pada masa pandemi Covid-19 ini, pelayanan Sakramen Pengurapan Orang Sakit menjadi salah satu bentuk pelayanan Gereja yang masih dapat dilakukan meski dengan pembatasan yang amat ketat. Dengan penuh kehati-hatian dan ketaatan pada protokol kesehatan, pelayanan ini dilaksanakan untuk menjamin keselamatan jiwa-jiwa.

Sakramen Pengurapan Orang Sakit dimaknai tidak hanya untuk penyembuhan fisik, tetapi juga rohani, di antaranya:

1) Pengampunan Dosa: pengampunan dosa dapat diterima melalui Sakramen Minyak Suci apabila orang tersebut mengakui dosanya dengan sungguh-sungguh. Yakobus 5:15 mengatakan bahwa doa yang datang dari iman akan memberikan pengampunan;

2) Penghiburan dan Kekuatan: Sakramen Pengurapan Orang Sakit juga bertujuan untuk memberikan kekuatan pada seseorang yang berjuang
melawan rasa sakit. Penghiburan itu sendiri didapat karena saat dalam kondisi sakit, seseorang lebih mudah untuk ambil bagian dalam penderitaan Yesus Kristus saat disalibkan. Harapannya, si sakit lebih mampu merasakan penyertaan Yesus;

3) Berpartisipasi dalam misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus, sehingga si sakit dapat bersatu penuh dengan Misteri Paskah dan tidak terpisahkan sama sekali dengan Tuhan Yesus Penyelamatnya.

Bagaimana memberikan Sakramen Pengurapan Orang Sakit ini kepada saudara kita yang sakit karena Covid-19? Hal ini harus dibicarakan dan disetujui oleh pihak rumah sakit dan harus benar-benar menggunakan protokol kesehatan yang teramat ketat, serta pemakaian alat pelindung diri (APD) bagi imamnya. Imam mesti mengenakan sarung tangan medis, memegang kapas yang dicelupkan ke minyak suci (Oleum Infirmorum), dan mengoleskannya pada kulit si sakit dengan kapas itu.

Renungan Bulan Katekese Liturgi 11 Mei 2021 dapat dilihat di:

Facebook
Twitter

Kabar lain

CINTAMU MEMATRI PILIHANKU: Kita Jalani Bersama

Keluarga adalah Gereja terkecil, Setiap orang tua mempunyai tanggung jawab yang begitu besar untuk membawa anak-anaknya untuk beriman. Tidak terkecuali Orang tua Evan yang selalu beriman dalam keluarga. Namun sang ayah merasa ada yang berubah dari dalam diri Evan.

KARINA KAS: Respon Gempa Cianjur

Yayasan KARINAKAS berupaya hadir memberikan sapaan dan bantuan bagi mereka yang terdampak pada peristiwa gempa di Cianjur. Meskipun terkendala medan yang sulit dan jalan yang sangat padat, Gereja berupaya hadir memberikan bantuan tanpa memandang susahnya medan yang dijangkau.

Ngobrolin Suami ‘MUNTABER’ Mundur Tanpa Berita

Berdasarkan Assessment yang dilakukan kepada beberapa komunitas sekolah dan anak muda gereja mengenai pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan, ditemukan setiap anak pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan di lingkungan sekitar mereka.

BABY VAMPY: HATI-HATI

Baddy, vampir yang usil, malas, dan tidak pernah bisa diam kembali membuat kegaduhan. Akibat kemalasannya ini yang bikin gaduh. Untung ada Vampy yang siap sedia memberi tau Baddy supaya lebih baik. 

TEMU PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG – KEVIKEPAN SURAKARTA

25 November 2022, bertempat di pusat spiritualitas Ignasian yaitu di Rumah Retret Panti Semedi , Sangkal Putung – Klaten diadakan Temu Pastoral Keuskupan Agung Semarang 2022 untuk wilayah Kevikepan Surakarta. Temu Pastoral kali ini terasa berbeda dari Temu Pastoral sebelumnya karena dibawakan dengan sangat