logokas2

Sekolah Daring Benarkah Membuat Pendidikan Menjadi ‘Kering’? Ini yang Bisa Kita Lakukan

Sudah hampir setahun dunia pendidikan kita menghadapi Emergency Remote Teaching, dimana kita dipaksa menjalani pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh sendiri memberikan tantangan dan peluang tersendiri di masa pandemi ini. Tidak hanya siswa yang harus belajar, tapi guru dan orang tua juga harus ikut belajar bagaimana mengajar dan mendampingi siswa dan anak dalam pendidikan jarak jauh ini.

Tantangan yang pertama tentunya berkaitan dengan alat, koneksi dan proses pembelajaran serta komunikasi pada peserta didik. Peluangnya adalah kita secara serentak mencoba hal baru (pembelajaran daring) dan menjadi lebih kreatif dalam proses pembelajaran.

Prihatin tapi tetap optimis menjadi kunci dalam dunia pendidikan selama pandemi ini. Memang saat ini Indonesia ada gap antara harapan dan realita selama pembelajaran pembelajaran daring. Indonesia dengan beragam kondisi infrastruktur tentunya ada kesenjangan antara pendidikan daring yang ideal, sederhana, bahkan tidak bisa melakukan pendidikan daring (guru masih menghampiri siswa karena keterbatasan alat).

Sebagai pengajar, dituntut untuk selalu kreatif dan bijak dalam menentukan pembelajaran yang menarik bagi siswa. Tidak melulu memberikan tugas, tapi juga aktif dan komunikatif dalam memberikan materi. Pendidik diharapkan menjadi teman siswa dan orang tua, yang artinya mampu menjadi pendengar yang baik atas kritik dan saran selama pendidikan jarak jauh.

Peran orang tua juga sangat berpengaruh dalam pembelajaran jarak jauh. Mendampingi dan menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan bagi anaknya.

Sekolah juga perlu melakukan pendataan atas kemampuan siswa dan guru dalam melakukan praktik pembelajaran. Setelah melakukan pendataan tentunya sekolah bisa memberikan pelatihan kepada guru supaya menaikkan kemampuan dalam proses pembelajaran daring dengan cara yang sederhana. Pihak sekolah juga sebaiknya memperhatikan kesehatan mental siswa dan guru. Siswa dan guru harus senang dalam pembelajaran daring.

Bagaimana dengan Gereja? Gereja juga bisa berperan aktif dan bisa hadir dalam pembelajaran jarak jauh. Memberi ruang dan penguatan kepada siswa dan tenaga pendidik adalah salah satu peran yang bisa diambil.

Sekolah daring tentunya tidak menjadikan pendidikan kering, bila dilandasi aspek humanisme. Untuk melakukan pendidikan yang humanis selama pembelajaran daring tentunya bisa terjalin dengan adanya partisipasi aktif antara pemerintah, sekolah, orang tua siswa, siswa, dan Gereja.

Untuk melihat secara lengkap diskusi Sekolah Daring Buat Pendidikan jadi ‘Kering’? dapat disaksikan di kanal youtube Komsos KAS.

Facebook
Twitter

Kabar lain

CINTAMU MEMATRI PILIHANKU: Kita Jalani Bersama

Keluarga adalah Gereja terkecil, Setiap orang tua mempunyai tanggung jawab yang begitu besar untuk membawa anak-anaknya untuk beriman. Tidak terkecuali Orang tua Evan yang selalu beriman dalam keluarga. Namun sang ayah merasa ada yang berubah dari dalam diri Evan.

KARINA KAS: Respon Gempa Cianjur

Yayasan KARINAKAS berupaya hadir memberikan sapaan dan bantuan bagi mereka yang terdampak pada peristiwa gempa di Cianjur. Meskipun terkendala medan yang sulit dan jalan yang sangat padat, Gereja berupaya hadir memberikan bantuan tanpa memandang susahnya medan yang dijangkau.

Ngobrolin Suami ‘MUNTABER’ Mundur Tanpa Berita

Berdasarkan Assessment yang dilakukan kepada beberapa komunitas sekolah dan anak muda gereja mengenai pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan, ditemukan setiap anak pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan di lingkungan sekitar mereka.

BABY VAMPY: HATI-HATI

Baddy, vampir yang usil, malas, dan tidak pernah bisa diam kembali membuat kegaduhan. Akibat kemalasannya ini yang bikin gaduh. Untung ada Vampy yang siap sedia memberi tau Baddy supaya lebih baik. 

TEMU PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG – KEVIKEPAN SURAKARTA

25 November 2022, bertempat di pusat spiritualitas Ignasian yaitu di Rumah Retret Panti Semedi , Sangkal Putung – Klaten diadakan Temu Pastoral Keuskupan Agung Semarang 2022 untuk wilayah Kevikepan Surakarta. Temu Pastoral kali ini terasa berbeda dari Temu Pastoral sebelumnya karena dibawakan dengan sangat