logokas2

PERATURAN PUASA DAN PANTANG TAHUN 2021

PERATURAN PUASA DAN PANTANG TAHUN 2021

Mengacu pada Ketentuan Pastoral Keuskupan Regio Jawa (KPKRJ) Tahun 2016 pasal 138 no. 2.b dalam kaitannya dengan kanon 1249-1253 KHK 1983 tentang hari tobat, peraturan puasa dan pantang, ditetapkan sebagai berikut:

1. Hari puasa tahun 2021 ini dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 17 Februari 2021 dan Jumat Agung tanggal 2 April 2021. Hari pantang
dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.

2. Yang dimaksud dengan berpuasa adalah makan hanya sekali saja dalam sehari pada hari Rabu Abu dan hari Jumat Sengsara dan Wafat Tuhan. Umat beriman yang wajib berpuasa adalah yang berumur antara delapanbelas tahun sampai
dengan awal tahun keenampuluh.

3. Yang dimaksud dengan berpantang adalah tidak makan daging atau makanan lain yang disukai setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu merupakan hari pesta wajib, serta pada hari Rabu Abu dan hari Jumat Sengsara dan Wafat Tuhan. Umat beriman yang wajib berpantang adalah yang sudah genap berumur empatbelas tahun.

Karena peraturan puasa dan pantang tersebut cukup ringan, serta agar setiap pribadi dan komunitas dapat memanfaatkan 40 hari masa Prapaskah sebagai kesempatan istimewa untuk membina pertobatan dengan tobat dan matiraga, kami anjurkan beberapa hal berikut:
a. Masing-masing pribadi, keluarga, dan komunitas mencari wujud matiraga (pantang dan puasa) yang sesuai dengan jenjang usia.
b. Pada hari pantang dan/atau hari-hari lain yang ditentukan, setiap keluarga/komunitas dapat berpantang makan nasi atau menggantinya dengan
bahan makanan pokok lokal dengan satu macam lauk (sebagaimana telah menjadi gerakan di beberapa paroki atau komunitas selama masa Prapaska dan peringatan Hari Pangan Sedunia).
c. Selama empat puluh hari dalam masa Prapaskah, secara pribadi atau secara bersama dalam keluarga atau komunitas biara/pastoran/seminari memilih wujud pertobatan dan silih yang lebih berdaya ubah.
d. Setiap pribadi, keluarga, atau komunitas dapat mewujudkan karya amal kasih bagi mereka yang membutuhkan.
e. Setiap pribadi, keluarga, atau komunitas dapat melatih diri lebih tekun dalam olah rohani, antara lain melalui ketekunan membaca dan merenungkan Kitab Suci, mengikuti renungan APP, rekoleksi/retret, latihan rohani, ibadat jalan salib, pengakuan dosa, meditasi, dan adorasi dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

Tema APP tahun 2021 ini adalah: “Bertumbuh dalam Kristus, Berbuah dalam Hidup” sebagaimana diuraikan dalam Buku Renungan Harian APP KAS 2021 yang diterbitkan oleh Panitia APP Keuskupan Agung Semarang.

Semarang, 25 Januari 2021
Pada Pesta Bertobatnya Santo Paulus Rasul

† Mgr. Robertus Rubiyatmoko
Uskup Agung Semarang

Facebook
Twitter

Kabar lain

BABY VAMPY: HATI-HATI

Baddy, vampir yang usil, malas, dan tidak pernah bisa diam kembali membuat kegaduhan. Akibat kemalasannya ini yang bikin gaduh. Untung ada Vampy yang siap sedia memberi tau Baddy supaya lebih baik. 

TEMU PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG – KEVIKEPAN SURAKARTA

25 November 2022, bertempat di pusat spiritualitas Ignasian yaitu di Rumah Retret Panti Semedi , Sangkal Putung – Klaten diadakan Temu Pastoral Keuskupan Agung Semarang 2022 untuk wilayah Kevikepan Surakarta. Temu Pastoral kali ini terasa berbeda dari Temu Pastoral sebelumnya karena dibawakan dengan sangat

CintaMu Mematri Pilihanku: Menepis Ragu

Kunjungannya ke Dr. Ridho & Museum Asian Youth Day Indonesia membuat Evan teringat akan sesuatu yang penting yang selama ini telah dia lupakan. Evan pun mengajak Ferina untuk menemui Alex dan merencanakan sesuatu.