logokas2

Doa Hening Tlobong, Delanggu Klaten

Sejarah Kelahiran

Munculnya kelompok doa Hening Tlobong Paroki Delanggu  berasal dari pengalaman doa Bapak AM. Setiarto. Ia menceritakan bahwa kekuatan gaib sungguh-sungguh ada. Banyak umat berminat untuk mengetahui secara lebih mendalam adanya kekuatan gaib tersebut, namun tidak tahu caranya. Dalam kesempatan pertemuan beberapa orang, bapak AM. Setiarto menguraikan tentang  petunjuk-petunjuk atau tuntunan-tuntutan berdoa. Tuntunan ini ia rumuskan dari praktek  bersemedinya (doa hening). Petunjuk doa hening sebagai urut-urutan berdoa adalah  pertama-tama membangun sikap hening, dalam keheningan  disadari dorongan  atau gerakan dalam budi, dan akhirnya dorongan atau petunjuk itu dilaksanakan dalam tindakan kongkrit hidup sehari-hari.

Petunjuk doa tersebut mendapat tanggapan serius dari beberapa umat. Akhirnya  mereka menyepakati  untuk mengadakan doa hening bersama. Tujuan doa hening adalah memohon tuntunan Tuhan agar dapat menolong sesama, lebih-lebih untuk memohon penyembuhan dari sakit maupun ditemukannya solusi atas masalah-masalah yang sedang dialami oleh seseorang.

Kelompok Doa  Hening ini berdiri sejak hari Kamis Wage, 29 Agustus 1990 di rumah Bapak AM. Setiarto. Doa biasanya dimulai Pk. 24.00 setiap malam Jumat atau Kamis Malam. Semula kelompok doa ini diikuti oleh 6 orang, yaitu Bapak AM. Setiarto, Bapak B. Bambang Suranto, Bapak T. Wasana, Bapak Ig. Wiyadi, Bapak M.B. Sidik Purnomo, Bp. B. Suhana.

Visi, Misi  dan Semboyan

  • Visi

Menolong sesama dengan mohon tuntunan Tuhan yang diperoleh dengan doa hening (bersemadi) sebagai ungkapan ‘ngabdi Gusti, ngabdi sesami’.

  • Misi
  1. Bersama-sama melaksanakan Doa Hening untuk memohon tuntunan  Tuhan secara           rutin setiap malam Jumat, pk. 24.00 dalam suasana benar-benar hening
  2. Bermatigara untuk mendukung konsentrasi doa
  • Semboyan

Ada 5 kutipan Kitab Suci yang menjadi  dasar keyakinan atau semboyan Kelompok Doa Hening. Secara ringkas dapat dipaparkan sebagai berikut,

  1. Matius 7:7 :      “Mintalah akan diberi. Nyuwuna bakal diparingi” ,
  2. Matius 17:20 :      “Saumpama kowe duwe pangandel senadyan gedhene mung sawiji sawi  kowe bisa akon gunung iki pindhaha mrana, mesthi gunung mau bakal pindah”,
  3. Matius 17:21 :      “Nanging dhemit sing kaya ngono iki mandhenge mung srana pandonga lan pasa”,
  4. Matius 19:26 :      “Gusti Yesus ngendika, Tumrape manungsa prakara kuwi mokal, nanging tumrape Gusti Allah ora ana barang sing mokal”,
  5. Yoh 14:13 :      “Yen ana wong loro utawa telu ngumpul atas asma-Ku, Aku ana tengah-tengahmu”.

Kegiatan

  • Kegiatan doa. Doa dilakukan setiap Kamis Malam mulai Pk. 24.00 dan doa di tempat umat yang menghendaki,   
  • Mati raga. Matiraga dilaksanakan sesuai tuntunan yang diperoleh saat melakukan doa hening. Atau apabila banyak dorongan matiraga yang diperoleh, matiraga yang akan dilaskaankan diputusukan melalui rembug peserta doa. Matiraga yang pernah dilakukan adalah doa rosario keliling kampung pada tengah malam selama beberapa hari berturut-turut.

Keanggotaan

Syarat menjadi anggota adalah siapa saja boleh ikut. Hak dan kewajiban tidak diatur. Sikap yang dibutuhkan adalah ikhlas dan tulus.

Organisasi dan Kepengurusan

Tidak dibentuk kepengurusan. Kegiatan berdasar kebutuhan dan kesepakatan bersama. Mengingat rumah anggota yang berdekatan, informasi disampaikan secara lisan. Prinsipnya dijawil murup (disentuh menyala).

Lain-lain

Setelah doa hening  biasanya diadakan sharing pengalaman doa untuk menegaskan kehendak Roh. Tuntunan yang didapatkan dalam doa hening dibahas bersama-sama, kemudian disimpulkan apa yang harus dijelaskan atau dilaksanakan bagi orang yang minta didoakan.

Mengingat kesibukan anggota, akhir-akhir ini doa hening tidak dilakukan secara rutin malam Jumat, namun dilaksanakan bila ada permintaan. Maka doa dilaksanakan  sewaktu-waktu baikk malam maupun siang. Sampai saat ini doa dilaksanakan untuk umat yang sakit dan sedang dirundung masalah. Jika tidak ada permintaan, doa hening dilaksanakan secara pribadi.

Struktur Doa

Doa dibuka dengan doa spontan sebagai awal doa hening. Setelah itu dilanjutkan dengan doa Malaikat pamomong. Pemimpin kemudian mempersilahkan,”Mangga kula dherekaken sowan Gusti, ngluhuraken asma Dalem lan nyuwun tuntunan Dalem Gusti.”

Buat tanda salib, Konjuk ing Asma Dalem Hyang Rama, saha Hyang Putra tuwin Hyang Roh Suci. Gusti, abdi Dalem sowan ing ngarsa Dalem, ngluhuraken memuji saha mulyakaken  asma Dalem ingkang Mahaluhur. Kawula masrahaken  jiwa raga kawula ing ngarsa Dalem, kersaa Gusti paring pangapunten sedaya dosa kalepatan kawula ingkang sampun kawula lampahi awit  saking kasekenganing gesang kawula. Kersaa Gusti paring tuntunan dhateng kawula.        

Kawula masrahaken jiwa raganipun sadherek kawula …………. (nama ingkang dipun sembahyangaken) ing ngarsa Dalem. Kersaa Gusti paring pangapunten sadaya dosa kelepataninpun ingkang sampun dipun lampahi karana kasekengan gesangipun. Kersaa Gusti paring tuntunan ……..(pepadhang, kasarasan, karaharjan – dipun sebataken ingkang dipunsuwun punapa), kangge sadherek kawula ……….. (nama ingkang dipun sembahyangaken) punika.

Rama kawula ing swarga, asma Dalem kaluhurna. Kraton Dalem mugi rawuha, karsa Dalem kalampahana wonten ing donya kados ing swarga. Kawula nyuwun rejeki kangge sak punika, sak kathahing lepat nyuwun pangapunten Dalem kados dene anggen kawula ugi ngapunten dhateng sesami. Kawula nyuwun tinebihna saking panggodha, saha linuwarna saking piyawon.

Ibu Maria, Ibu Marganingsih nyuwun pangestu dalem.

(Mendel sawetawis, maspadakaken dhawuh utawi tuntunan. Biasanya 15 s.d. 30 menit doa ini dilakukan.)

Doa ditutup dengan kata-kata Sembah nuwun konjuk ing Gusti. Konjuk ing asma Dalem Hyang Rama, sha Hyang Putra, tuwin Hyang Roh Suci. Amin.

Facebook
Twitter

Kabar lain

CINTAMU MEMATRI PILIHANKU: Kita Jalani Bersama

Keluarga adalah Gereja terkecil, Setiap orang tua mempunyai tanggung jawab yang begitu besar untuk membawa anak-anaknya untuk beriman. Tidak terkecuali Orang tua Evan yang selalu beriman dalam keluarga. Namun sang ayah merasa ada yang berubah dari dalam diri Evan.

KARINA KAS: Respon Gempa Cianjur

Yayasan KARINAKAS berupaya hadir memberikan sapaan dan bantuan bagi mereka yang terdampak pada peristiwa gempa di Cianjur. Meskipun terkendala medan yang sulit dan jalan yang sangat padat, Gereja berupaya hadir memberikan bantuan tanpa memandang susahnya medan yang dijangkau.

Ngobrolin Suami ‘MUNTABER’ Mundur Tanpa Berita

Berdasarkan Assessment yang dilakukan kepada beberapa komunitas sekolah dan anak muda gereja mengenai pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan, ditemukan setiap anak pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan di lingkungan sekitar mereka.

BABY VAMPY: HATI-HATI

Baddy, vampir yang usil, malas, dan tidak pernah bisa diam kembali membuat kegaduhan. Akibat kemalasannya ini yang bikin gaduh. Untung ada Vampy yang siap sedia memberi tau Baddy supaya lebih baik. 

TEMU PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG – KEVIKEPAN SURAKARTA

25 November 2022, bertempat di pusat spiritualitas Ignasian yaitu di Rumah Retret Panti Semedi , Sangkal Putung – Klaten diadakan Temu Pastoral Keuskupan Agung Semarang 2022 untuk wilayah Kevikepan Surakarta. Temu Pastoral kali ini terasa berbeda dari Temu Pastoral sebelumnya karena dibawakan dengan sangat