logokas2

Revolusi Industri 4.0 dan Implikasi Pastoralnya terhadap Hidup Menggereja

Revolusi Industri 4.0 dan Implikasi Pastoralnya terhadap Hidup Menggereja
Prof. Ridwan menyampaikan materi “revolusi industri 4.0 dan implikasi pastoralnya bagi gereja” di depan peserta studi DKP KAS (foto: dok.pri.)

 

Pada hari Rabu, 12 Juni 2019, Prof. Dr Ridwan Sanjaya memberikan materi seputar Revolusi Industri dan pengaruh pastoralnya. Materi tersebut disampaikan dalam Hari Studi DKP KAS yang dikuti oleh seluruh anggota DKP Pleno. Melalui materi ini, para peserta diajak untuk melihat sisi lain kemajuan zaman (baca: media digital) sebagai konteks pastoral masa depan.

Fenomena kemajuan media digital memunculkan adanya fenomena dua dunia yang terwakili dalam istilah generasi old dan now. Fenomena ini sungguh riil. Atas kemajuan itu, jika tidak melakukan inovasi dan menyesuaikan zaman, maka kesimpulannya jelas: terlindas oleh zaman. Inovasi tidak bisa ditunda sebab perubahan itu berlangsung cepat. “We didn’t do anything wrong but somehow, we lost,” ungkap  Prof Ridwan mengutip perkataan CEO Nokia.

Kini, zamannya industry 4.0. Inilah zaman dimana segala sesuatu digabungkan dengan lnternet of Things, cloud technology, dan big data. Bagaimana Gereja harus menempatkan diri dalam konteks zaman ini?

Gereja harus menyambut revolusi industry 4.0 sebagai sebuah anugerah yang mesti disyukuri. Gereja harus memeluk revolusi industry 4.0 dengan penuh suka cita dan menggunakannya sebagai sarana untuk mewujudkan peradaban kasih dalam masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat, dan beriman.

Kemajuan teknologi bukan untuk dijauhi, tetapi diterima dengan penuh sukacita. Gereja perlu menumbuhkan sikap skeptis, rasa curiga, namun Gereja tidak boleh sinis. Melalui rasa skeptis ini, Gereja akan terus menerus mengeksplorasi dan mengambil sisi baik kemajuan zaman. Karenanya, berbagai kemungkinan dan inovasi harus dicoba demi pelayanan umat dan gereja yang semakin efektif dan professional. Tentu, tanpa meninggalkan nilai-nilai injili.

 

Beberapa usulan konkret yang bisa diwujudkan: dibidang pelayanan administrasi kemajuan teknologi bisa mendukung gerakan paperless; di bidang edukasi bisa dicoba perpustakaan digital; di bidang pewartaan bisa diwujudkan digitalisasi materi-materi pewartaan, majalah digital, website, penggunaan dan pemanfaatan multimedia.

Facebook
Twitter

Kabar lain

Baby Vampy: Mimpi Buruk

Waaah…Baddy mengalami mimpi buruk. Seram sekali mimpi Baddy. Untung ada Vampy yang bisa menenangkan Baddy. Seperti apa mimpinya?

Entrepreneur Muda: Jangan Pernah Takut Mencoba!

Klaten- Sebastian Michael Kurniawan (24) merupakan seorang OMK (Orang Muda Katolik) Paroki Santa Maria Assumpta, Klaten yang memiliki ketertarikan di bidang entrepreneur coffee shop. Namanya, Kafeine Coffee. Kafeine Coffee sendiri terletak di Jl. Dr. Wahidin