logokas2

BKL Hari Ke-31: Perubahan Hidup melalui Liturgi

BKL Hari Ke-31: Perubahan Hidup melalui Liturgi

Setelah mengikuti pertemuan BKL dan dalam perjalanan pulang ke rumah, Ibu Paulus bertemu dengan Ibu Dora. “Malam-malam kok jalan sendirian! Dari mana to Jeng?” sapa Ibu Dora. Ibu Paulus pun menjawab: “Dari pertemuan BKL Bu. Hari ini pertemuan terakhir”. Dengan agak menyindir, Ibu Dora menyahut: “Rajin sekali Jeng Paulus ini. Kalau aku sih sengaja ndak ikut. Menurutku ndak ada manfaatnya ikut kumpul-kumpul BKL. Yang penting kan ke gereja pada hari Minggu. Toh aku tetep bisa doa dengan baik tanpa ikut BKL”.

Tentu yang dikatakan oleh Ibu Dora tersebut tidak tepat. BKL bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai hal-hal yang terkait dengan liturgi. Bagaimana kita bisa menghayati perayaan liturgi jika kita tidak paham atau tidak mengetahui arti dari apa yang kita rayakan? Kita akan memandang perayaan liturgi sekedar sebagai aturan dan kewajiban. Bagaimana hidup kita akan berkembang dan berbuah jika perayaan-perayaan liturgi tidak menggerakkan kita karena kita sendiri tidak memahami apa yang kita buat dan rayakan?

Liturgi mengubah kehidupan! Inilah tema yang kita dalami selama sebulan terakhir. Perubahan ini tidak akan terjadi secara otomatis begitu kita selesai mengikuti suatu perayaan liturgi. Untuk mencapai perubahan, dibutuhkan ketekunan, pemahaman dan penghayatan terus menerus. Di Keuskupan Agung Semarang, BKL sudah berlangsung selama 20 tahun. Setiap tahun ditawarkan tema-tema tertentu yang membantu kita untuk semakin memahami arti dari perayaan liturgi-liturgi kita. Memang setelah ikut pertemuan atau membaca bahan BKL kita tidak akan berubah dalam sekejab dan kehidupan kita juga tidak lalu menjadi baru secara tiba-tiba. Bahan-bahan BKL seperti air yang menetes sedikit demi sedikit dan memberikan pencerahan bagi kita bagaimana kita dapat menghayati liturgi. Pelan-pelan hidup kita berubah. Perubahan dalam hidup kita pada akhirnya yang akan merubah kehidupan di sekitar kita.

Facebook
Twitter

Kabar lain

CINTAMU MEMATRI PILIHANKU: Kita Jalani Bersama

Keluarga adalah Gereja terkecil, Setiap orang tua mempunyai tanggung jawab yang begitu besar untuk membawa anak-anaknya untuk beriman. Tidak terkecuali Orang tua Evan yang selalu beriman dalam keluarga. Namun sang ayah merasa ada yang berubah dari dalam diri Evan.

KARINA KAS: Respon Gempa Cianjur

Yayasan KARINAKAS berupaya hadir memberikan sapaan dan bantuan bagi mereka yang terdampak pada peristiwa gempa di Cianjur. Meskipun terkendala medan yang sulit dan jalan yang sangat padat, Gereja berupaya hadir memberikan bantuan tanpa memandang susahnya medan yang dijangkau.

Ngobrolin Suami ‘MUNTABER’ Mundur Tanpa Berita

Berdasarkan Assessment yang dilakukan kepada beberapa komunitas sekolah dan anak muda gereja mengenai pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan, ditemukan setiap anak pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan di lingkungan sekitar mereka.

BABY VAMPY: HATI-HATI

Baddy, vampir yang usil, malas, dan tidak pernah bisa diam kembali membuat kegaduhan. Akibat kemalasannya ini yang bikin gaduh. Untung ada Vampy yang siap sedia memberi tau Baddy supaya lebih baik. 

TEMU PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG – KEVIKEPAN SURAKARTA

25 November 2022, bertempat di pusat spiritualitas Ignasian yaitu di Rumah Retret Panti Semedi , Sangkal Putung – Klaten diadakan Temu Pastoral Keuskupan Agung Semarang 2022 untuk wilayah Kevikepan Surakarta. Temu Pastoral kali ini terasa berbeda dari Temu Pastoral sebelumnya karena dibawakan dengan sangat