logokas2

BKL Hari 27: Buah Liturgi: Persekutuan Umat

BKL Hari 27: Buah Liturgi: Persekutuan Umat

Setelah Misa Lingkungan usai, tiba-tiba Rama Markus, Rama Paroki di situ, bertanya kepada beberapa umat: “Di mana pak Dominikus, kok tidak kelihatan….biasanya duduk paling depan kan kalau Misa begini?” Lalu pak Kardi yang pas di dekat Rama berkata: “Rama, pak Markus sedang sakit, lha kemarin jatuh dari tangga saat mau mengganti lampu yang rusak”. Lalu pak ketua lingkungan malah berbisik ke Rama: “Kemarin kami ikut membantu dengan pengumpulan uang dari warga lingkungan buat meringankan sakitnya pak Domi, Rama”. Rama Markus itu mengangguk-angguk memuji kerukunan dan semangat saling menolong di antara umat di lingkungan itu.

Salah satu buah dari perayaan liturgi adalah terbangunnya suasana persekutuan dan semangat kesatuan. Semangat saling menolong dan pengumpulan uang dari warga lingkungan di atas menjadi petunjuknya. Hal ini sesuai sekali dengan ajaran para Bapa Konsili yang menyatakan bahwa liturgi mendorong umat beriman, supaya setelah dipuaskan dengan sakramen-sakramen Paskah menjadi sehati dan sejiwa dalam kasih (SC 10). Semangat ini sebenarnya sudah menjadi semangat Gereja sejak awal mula, ketika dikisahkan bahwa jemaat hidup bersama dalam semangat sehati dan sejiwa (Kis 4:32).

Umat beriman yang dapat menghidupi suasana kesatuan dan kebersamaan sebagai satu Tubuh Kristus yakni satu persekutuan Gereja memang selalu menjadi permohonan kita. Hal itu selalu dimohon dalam Misa Kudus, seperti dalam Doa Syukur Agung II disebutkan: “Kami mohon agar kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus”. Demikianlah selalu kita pahami bahwa persekutuan kasih yang terbentuk di antara kita merupakan buah dari perjumpaan dengan Tuhan.

Facebook
Twitter

Kabar lain

Baby Vampy: HEMAT ENERGI

Hemat energi?? apakah itu?? Yuk belajar bagaimana hemat energi dalam keseharian kita bersama Vampy – vampir yang baik hati dan juga Baddy – vampir usil yang selalu ganguin Vampy.

CINTAMU MEMATRI PILIHANKU: Kita Jalani Bersama

Keluarga adalah Gereja terkecil, Setiap orang tua mempunyai tanggung jawab yang begitu besar untuk membawa anak-anaknya untuk beriman. Tidak terkecuali Orang tua Evan yang selalu beriman dalam keluarga. Namun sang ayah merasa ada yang berubah dari dalam diri Evan.

KARINA KAS: Respon Gempa Cianjur

Yayasan KARINAKAS berupaya hadir memberikan sapaan dan bantuan bagi mereka yang terdampak pada peristiwa gempa di Cianjur. Meskipun terkendala medan yang sulit dan jalan yang sangat padat, Gereja berupaya hadir memberikan bantuan tanpa memandang susahnya medan yang dijangkau.

Ngobrolin Suami ‘MUNTABER’ Mundur Tanpa Berita

Berdasarkan Assessment yang dilakukan kepada beberapa komunitas sekolah dan anak muda gereja mengenai pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan, ditemukan setiap anak pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan di lingkungan sekitar mereka.