logokas2

BKL Hari 17: Sakramen Pengurapan Orang Sakit

BKL Hari 17: Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Meskipun sudah tua dan sering jatuh sakit, Pak Mateus tidak mau menerima sakramen Pengurapan orang sakit. Alasannya adalah sakramen tersebut ditujukan untuk mereka yang mau meninggal dunia. Keluarga Pak Mateus pun tidak mau memintakan sakramen Pengurapan kepada Rama paroki karena menurut mereka orang-orang sakit yang menerima sakramen Pengurapan justru akan lebih cepat meninggal dunia.

Seringkali ada pemahaman keliru mengenai sakramen pengurapan orang sakit. Sakramen ini dianggap sebagai “penghantar menuju kematian”.Umat menjadi takut menerima atau memintakan sakramen tersebut karena dipandang “mengundang” kematian. Memang dalam pandangan lama, sakramen Pengurapan Orang Sakit disebut sebagai “sakramen pengurapan atau perminyakan terakhir”.Sakramen ini kerap dihubungkan dengan kematian. Pandangan seperti inisudah tidak tepat lagi. Sekarang, sakramen pengurapan orang sakit dipahami sebagai sakramen yang mempersatukan orang yang sakit itu dengan seluruh peristiwa hidup Yesus Kristus, terutama dalam wafat dan kebangkitan-Nya (Lumen Gentium art. 11). Orang yang menderita sakit diajak untuk menggabungkan diri dengan derita Kristus. Dengan demikian, ia tidak menjadi putus asa.Dengan mempersembahkan penderitaannya pada Tuhan, ia merasa dikuatkan dan semakin bisa memberi makna pada penderitaannya.

Aspek “menguatkan” dalam sakramen Pengurapan Orang Sakit dapat semakin ditampakkan dengan kehadiran orang-orang (keluarga atau umat lingkungan) pada saat penerimaan sakramen tersebut. Karena itu, kita diajak untuk ikut hadir dalam penerimaan sakramen Pengurapan Orang Sakit, memberi peneguhan pada yang sakit dan bukannya menakut-nakuti dengan penjelasan yang keliru mengenai sakramen ini.

Facebook
Twitter

Kabar lain

Baby Vampy: HEMAT ENERGI

Hemat energi?? apakah itu?? Yuk belajar bagaimana hemat energi dalam keseharian kita bersama Vampy – vampir yang baik hati dan juga Baddy – vampir usil yang selalu ganguin Vampy.

CINTAMU MEMATRI PILIHANKU: Kita Jalani Bersama

Keluarga adalah Gereja terkecil, Setiap orang tua mempunyai tanggung jawab yang begitu besar untuk membawa anak-anaknya untuk beriman. Tidak terkecuali Orang tua Evan yang selalu beriman dalam keluarga. Namun sang ayah merasa ada yang berubah dari dalam diri Evan.

KARINA KAS: Respon Gempa Cianjur

Yayasan KARINAKAS berupaya hadir memberikan sapaan dan bantuan bagi mereka yang terdampak pada peristiwa gempa di Cianjur. Meskipun terkendala medan yang sulit dan jalan yang sangat padat, Gereja berupaya hadir memberikan bantuan tanpa memandang susahnya medan yang dijangkau.

Ngobrolin Suami ‘MUNTABER’ Mundur Tanpa Berita

Berdasarkan Assessment yang dilakukan kepada beberapa komunitas sekolah dan anak muda gereja mengenai pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan, ditemukan setiap anak pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan di lingkungan sekitar mereka.