logokas2

Rekam Peristiwa : TRADISI DI TANGAN ORANG MUDA (1/3)

Kaum muda milenial identik dengan kebaruan dan kekinian. Hingga kadang-kadang mereka ini dipandang jauh dari hal-hal yang berbau tradisi dan masa lalu. Padahal tidak sedikit generasi masa kini yang memperjuangkan tradisi. Dengan berbagai cara mereka mengupayakan agar apa-apa yang mereka kenal di lingkungan tempat mereka tumbuh terus terpelihara.

Adanya “strategi kebudayaan” ala orang muda ini menggambarkan: (1) daya tahan, (2) daya tumbuh, dan (3) daya ubah dari komunitas hidup bersama yang berakar pada suatu konteks tertentu dan yang sekaligus terbuka pada aneka dinamika. Ketiga daya tersebut keberadaannya terhubung dengan wujud material dari kebudayaan (segi what), wujud teknisnya (segi how), maupun wujud motif terdalamnya (segi why). Berhadapan dengan aneka tantangan seperti gerakan transnasionalisme, stereotyping, penyeragaman ekspresi, dan semacamnya, hidupnya tradisi – pada level apapun – yang selalu kontekstual sifatnya itu diuji. Ada ungkapan dari Konfusius: “Pelajari masa lalu jika dirimu ingin menentukan masa depan.” Pilihan, cinta, dan perjuangan kalangan muda sebagaimana disebut di muka untuk mendalami dan menghidupitradisi lokal dan dari masa lalu sesungguhnya adalah kabar baik bahwa hidup bersama tidak akan kehilangan masa depannya.

Facebook
Twitter

Kabar lain

Baby Vampy: Makan dengan Sopan

Eits kali ini Baddy berulah lagi saat makan. Baddy makan dengan tidak sopan. Seperti apa sih makan dengan sopan itu? Yuk saksikan episode Baby Vampy terbaru

Makrab SMA 1 Mlati: Sukacita dalam Kebersamaan

Jumat-sabtu (27-28 Januari 2023) Komunitas pelajar Rohani Katolik Rohani Kristen (ROKAROKRIS) SMA 1 Mlati mengadakan Malam Keakraban. Kegiatan yang diikuti oleh 35 siswa-siswi diselenggarakan di Wisma Pertapaan Rm. Mangunwijaya Salam, Magelang

Born To Fight, Fight For Your Brighter Future

Kamis-Jumat (19-20 Januari 2023) Sekolah Menengah Pertama Kanisius Muntilan mengadakan rekoleksi bagi siswa-siswi kelas 9. Rekoleksi yang diadakan di Wisma pertapaan Rm. Mangunwijaya ini diikuti oleh 55 siswa-siswi