Tarcisius Cup: Ajang untuk “Sawang, Sanja, dan Srawung”

Pada hari Minggu, 5 Agustus 2018 diselenggarakan kegiatan Tarcisius Cup XIV di gereja Marganingsih Kalasan dengan mengusung tema “Berkembang dalam Iman dan Persaudaraan Menuju Gereja yang Inklusif, Inovatif, dan Transformatif”. Lebih dari 1500 Putra-Putri Altar yang berasal dari 31 Paroki, 2 Paroki Administratif, 2 Stasi Mandiri dan 3 Pusat Pastoral Wilayah (PPW) di wilayah kevikepan Yogyakarta hadir dan terlibat aktif dalam beberapa lomba dan festival. Rm Antonius Dadang Hermawan, Pr, (Pastor Paroki Marganingsih Kalasan) mencatat bahwa dari sisi peserta saat ini adalah terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan Tarcicius Cup.

“Sebagai bagian dari formasio iman berjenjang, acara ini sangat bagus. Harapan saya, mereka akan menjadi generasi yang memiliki kemampuan sinergis yang bagus dan memiliki militansi iman,” kata Rm Dadang.

Tarcisius Cup merupakan ajang pertemuan dua tahunan bagi Putra-Putri Altar yang sudah diselenggarakan selama 28 tahun di kevikepan Yogyakarta. Tarcisius Cup kali ini sungguh menggembirakan dan menampakkan optimisme generasi muda Gereja Katolik yang sangat menjanjikan sebagaimana disampaikan oleh Rm. Adrianus Maradiyo, Pr.(Romo Vikep Yogyakarta).

“Panitia sangat kompak, total dan dalam kerjasama yang bagus. Peserta sangat mengagumkan dan membanggakan. Semua turut ambil bagian. Tempat sangat memadai, dan berkesan ekologis yang kuat. Putra-Putri Altar Misdinar adalah generasi muda Gereja Katolik yang sangat menjanjikan, tidak hanya di DIY tetapi juga di Keuskupan Agung Semarang,” ungkap Rm. Maradiyo.

Tarcisius Cup diawali dengan perayaan ekaristi konselebrasi dengan selebran utama Rm Adrianus Maradiyo, Pr. (Romo Vikep Yogyakarta), sedangkan homili disampaikan Rm AR Yudono Suwondo, Pr. (Ketua Komisi Liturgi KAS). Imam lain yang turut mendampingi adalah Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. (Pastor Paroki Marganingsih Kalasan), Rm Y. Ari Purnomo, Pr. (Ketua Komisi Liturgi Kevikepan DIY), serta Rm Andreas Khrisna Gunawan, Pr. Perayaan ekaristi berlangsung khusuk, semarak dan dipenuhi kegembiraan, didukung paduan suara yang apik dari siswa-siswi SD Kanisius Kalasan.

Di awal homilinya, Rm AR Yudono Suwondo, Pr menyapa semua peserta yang hadir dari setiap paroki dan disambut dengan antusias oleh Putra-Putri Altar.

“Kalian semua bertemu di sini untuk “sawang” (melihat), “sanja” (saling mengunjungi) dan “srawung” (bergaul dengan sesama),” kata Rm AR Yudono Suwondo.

Sesudah perayaan ekaristi usai, para peserta mengikuti berbagai lomba dan festival yakni lomba koor, lomba paramenta, lomba cerdas cermat, lomba baca kitab suci, festival memancing dan festival futsal. Festival memancing menjadi kegiatan yang paling menyedot antusiasme peserta. Sunggguh menarik melihat wajah-wajah peserta yang memancarkan kegembiraan ketika mereka berhasil mendapatkan ikan lele. Beberapa romo pun tak ketinggalan ikut kegiatan memancing, termasuk romo vikep. Festival futsal juga dikemas apik oleh panitia dengan menggabungkan 2 paroki menjadi 1 tim futsal agar peserta dari paroki berbeda bisa menjalin kerjasama.  Dalam festival ini terlihat bahwa Tarcisius Cup tidak berkonsep kompetisi tetapi lebih menonjolkan permainan bersama yang menggembirakan.

Tarcisius Cup di Gereja Marganingsih Kalasan berlangsung lancar dan semarak dari pagi hingga sore hari dengan peserta yang sungguh luar biasa dan tentu ini menjadi hasil positif dari kerja keras panitia. Banyak pihak mengapresiasi kerja keras panitia. Rm AR Yudono Suwondo yang sejak awal mendampingi panitia merasa sangat bangga dengan kerja keras panitia.

“Panitia penuh dedikasi. Tempat sangat representatif, natural. Tidak dibuat-buat. Ini penting menurut saya. Peserta juga sangat antusias. Saya bertemu dengan masa depan Gereja di sini,” kata Rm Wondo.

Rm R. Budiharyana, Pr. (Romo Vikep Surakarta) yang sebelumnya bertugas di Gereja Kalasan selama 1,4 tahun turut hadir selama berlangsungnya Tarcisius Cup dan juga memberi kesan positif.

“Panitia bekerja luar biasa. Mereka bekerja sampai malam, tetapi penuh sukacita. Peserta juga terbanyak sepanjang penyelenggaraan TC. Ini adalah TC yang untuk pertama kalinya diselenggarakan dalam koordinasi Komisi Liturgi. Semoga ke depan acara ini lebih terjamin kontinuitasnya,” ungkap Rm Budi.

Putra-Putri Altar adalah masa depan gereja yang sangat menjanjikan dan Tarcisius Cup di kevikepan Jogyakarta menjadi ajang yang sangat baik untuk menumbuhkan persaudaraan sejati di antara mereka sekaligus menumbuhkan semangat pelayanan dan iman dalam hati kaum muda.

Penulis:

Yusup Priyasudiarja

Kabar lain