Kongres Ekaristi Keuskupan Agung Semarang III

Kongres Ekaristi Keuskupan III Keuskupan Agung Semarang (KAS) 2016 adalah salah satu perhelatan besar di KAS yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. Awalnya, Kongres Ekaristi Keuskupan ini selalu terpusat di keuskupan, tetapi pada KEK III, kegiatan dilakukan di masing-masing kevikepan. Di Kevikepan Surakarta, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat-Minggu (17-19/6).

Peserta dibagi atas beberapa kategori, yaitu kategori Remaja, OMK, dewasa, Jaringan Kodok, dan Religius.Tema yang diangkat adalah “Sakramen Ekaristi: Sakramen Cinta Kasih.” dengan subtema “Kamu Harus Memberi Mereka Makan. Kelompok paduan suara Paroki Sragen membuka KEK di Paroki Cawas, yang merupakan lokasi KEK untuk kategori kelompok religius.

Kegiatan KEK kategori Orang Muda Katolik (OMK) berlokasi di Paroki Wedi, berpusat di Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi. Kegiatan peserta OMK yaitu berdinamika bersama masyarakat sekitar melalui kegian live in di rumah penduduk, refleksi tentang makna ekaristi, dan kegiatan nyata dengan membersihkan lingkungan di sekitar area Pasar Wedi. Pada hari ketiga, bertempat di Kapel Gayamharjo, peserta diajak untuk membuat rencana tindak lanjut dari kegiatan KEK tersebut.

Kategori dewasa, Paroki Sragen mengirimkan 7 orang wakil yang berpusat di Gereja Maria Asumpta Klaten. Pada ekaristi pembukaan yang dipimpin oleh Romo Antonius Budi Wihandono, Pr, ada kirab Sakramen Mahakudus mengelilingi lingkungan Sidowayah.

Pada hari kedua, ada seminar yang dibawakan oleh Romo EPD Martasudjita, Pr, dosen FTW Kentungan, dengan materi pendalaman Ekaristi: “Ekaristi Sakramen Cinta-Kasih. Romo Martasudjita mengulas seluk-beluk Ekaristi dan bagaimana Ekaristi menjadi sumber inspirasi. Romo menekankan perlu adanya adorasi ekaristi guna lebih mengakrabkan umat dengan Yesus Kristus, Juru selamat umat manusia dan dunia. Dalam sesi diskusi, keprihatinan sosial di paroki masing-masing dibahas. Paroki Sragen memunculkan rencana untuk menanggulangi dampak kekurangan air di kawasan utara bengawan pada musim kering

Dalam acara penutup, Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo FX Sukendar Wignyosumarta, Pr di kompleks Gua Maria Sriningsih bersama peserta KEK dari Keuskupan Agung Semarang dan juga dihadiri perwakilan dari Keuskupan Surabaya, Lampung, Bandung dan Jakarta. Dalam homilinya Romo Sukendar mengharapkan para peserta dapat meninjaklanjuti KEK ini dengan tindakan nyata yang menyapa sesama dengan hal-hal yang mereka butuhkan.

Kabar lain